Associazione Calcio Milan Italia (dipanggil A.C. Milan atau Milan saja) adalah sebuah klub sepak bola Italia yang berbasis di Milan. Mereka bermain dengan seragam bergaris merah-hitam dan celana putih (kadang-kadang hitam), sehingga dijuluki rossoneri ("merah-hitam"). Milan adalah tim tersukses ketiga dalam sejarah persepak bolaan Italia, menjuarai Seri A 18 kali dan Piala Italia 5 kali.
Klub ini didirikan pada tahun 1899 dengan nama Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Cricket and Football Club) oleh Alfred Edwards, seorang ekspatriat Inggris. Sebagai penghormatan terhadap asal-usulnya, Milan tetap menggunakan ejaan bahasa Inggris nama kotanya (Milan) daripada menggunakan ejaan bahasa Italia Milano.
Sejarah
(1899 hingga kini)
Awal
masa terbentuk
“
|
Kita akan menjadi sebuah tim
iblis. Warna kita adalah merah menandakan api dan warna hitam menandakan rasa
takut yang akan menyerang lawan!
|
”
|
—Herbert Kilpin
|
||
Klub ini didirikan oleh dua orang
ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin
dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada
tahun 16 Desember 1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan
dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepak
bola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C.
3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia.
Pada 1908, sebagian
pemain dari Italia dan para
pemain dari Swiss yang
tidak menyukai dominasi orang Italia dan Inggris dalam
skuat inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale.
Masa
GreNoLi
Pada
dekade 50-an, Milan ditakuti di bidang sepak bola dunia karena mempunyai trio GreNoLi
, yang terdiri atas Gunnar Gren , Gunnar Nordahl
, dan Nils Liedholm .Ketiganya merupakan pemain asal Swedia. Gren dan Nordahl beroperasi di sektor depan sebagai striker,
sementara Liedholm mendukung serangan sebagai penyerang bayangan (playmaker).
Tim di masa ini juga dihuni oleh sekelompok pemain-pemain berkualitas pada
masanya, seperti Lorenzo
Buffon, Cesare Maldini,
dan Carlo
Annovazzi. Kemenangan tersukses AC Milan oleh
Juventus tercipta 5 Februari 1950, dengan skor 7-1, dan Gunnar Nordahl
mencetak hat-trick.
Era
Nereo
Rocco
Milan kembali memenangi musim 1961/1962. Pelatihnya saat itu adalah Nereo Rocco, pelatih sepak bola
yang inovatif, yang dikenal sebagai penemu taktik catenaccio
(pertahanan gerendel/berlapis). Di dalam tim termasuk Gianni Rivera
dan José Altafini yang keduanya masih muda. Musim berikutnya, dengan gol
Altafini, Milan memenangkan Piala Eropa pertama mereka (kemudian dikenal
sebagai Liga Champions UEFA) dengan mengalahkan Benfica 2-1. Ini
juga merupakan pertama kalinya sebuah tim Italia memenangkan Piala Eropa.
Meskipun begitu, selama tahun
1960-an piala kemenangan Milan mulai menyusut , terutama karena perlawanan
berat dari Inter yang dilatih Helenio Herrera.
Scudetto berikutnya tiba hanya di 1967/1968, berkat gol Pierino
Prati, topskor Seri A di musim itu, Piala Winners berhasil direbut ketika mengalahkan Hamburger SV,
dan juga berkat dua gol dari Kurt
Hamrin. Musim selanjutnya AC Milan
memenangkan Piala Eropa kedua (4–1 untuk AFC Ajax), dan
pada 1969
memenangkan Piala Interkontinental pertama, setelah mengalahkan Estudiantes de La Plata dari Argentina dalam dua leg dramatis (3–0, 1–2).
Scudetto kesepuluh dan Seri B
Di tahun 1970, Milan merebut tiga gelar Coppa Italia
dan gelar Piala Winners kedua; namun, tujuan utama Milan adalah scudetto
kesepuluh, yang berarti mendapatkan "bintang" untuk tim (di
Italia,setiap tim yang meraih 10 gelar liga mendapat bintang yang disemat di
bajunya). Di 1972 mereka
meraih semifinal Piala UEFA, kalah dari pemenang sesungguhnya, Tottenham Hotspur.
Musim 1972/1973 mereka hampir memenangkan scudetto kesepulh, namun
gagal karena hasil kalah menyakitkan dari Hellas Verona F.C. di pertandingan terakhir musim. AC Milan menunggu sampai
musim 1978/1979 untuk meraih scudetto kesepuluh mereka, yang
dipimpin oleh Gianni Rivera, yang pensiun dari dunia sepak bola
setelah membawa timnya meraih kemenangan tersebut.
Namun, hasil terburuk datang kepada "Rossoneri":
setelah memenangkan musim 1979/1980, Milan didegradasi ke Seri B oleh F.I.G.C, bersama S.S. Lazio,
karena terlibat skandal
perjudian Totonero 1980. Di 1980/1981, Milan dengan mudah menjuarai Seri B, dan kembali ke Seri
A, di mana penyakit tersebut terulang di musim 1981/1982, Milan terdegradasi kembali.
The
Dream Team
Kedatangan
Berlusconi
Setelah serentetan masalah menerpa
Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur
Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang
pada 1986.
Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi,
serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten,
Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit,
untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni,
Carlo Ancelotti, dan Giovanni
Galli.
Era
Sacchi
Sacchi memenangkan Serie A musim
1987-1988. Di 1988-1989, Milan memenangkan gelar Liga Champions
ketiganya, mempecundangi Steaua Bucureşti 4-0 di final, dan gelar Piala Interkontinental kedua mengalahkan National
de Medellin (1-0, gol tercipta di babak
perpanjangan waktu). Tim mulai mengulangi kejayaan mereka di musim-musim
berikutnya, mengalahkan S.L. Benfica,
dan Olimpia Asunción di 1990. Skuat kemenangan Eropa mereka adalah:
Kiper : Giovanni Galli
Bek: Mauro Tassotti -- Alessandro Costacurta -- Franco Baresi -- Paolo Maldini
Gelandang : Angelo Colombo -- Frank Rijkaard -- Carlo Ancelotti -- Roberto Donadoni
Penyerang : Ruud Gullit -- Marco van Basten -- Lothar Kahn
Kiper : Giovanni Galli
Bek: Mauro Tassotti -- Alessandro Costacurta -- Franco Baresi -- Paolo Maldini
Gelandang : Angelo Colombo -- Frank Rijkaard -- Carlo Ancelotti -- Roberto Donadoni
Penyerang : Ruud Gullit -- Marco van Basten -- Lothar Kahn
Era
Capello
Saat Sacchi meninggalkan Milan untuk
melatih Italia, Fabio Capello dijadikan pelatih Milan selanjutnya, dan Milan meraih masa
keemasannya sebagai Gli Invicibli (The Invicibles) dan Dream Team.
Dengan 58 pertandingan tanpa satu pun kekalahan Invicibli membuat tim
impian di semua sektor seperti Baresi, Costacurta, dan Maldini memimpin
pertahanan terbaik, Marcel Desailly,
Donadoni, dan Ancelotti di gelandang, dan Dejan Savićević, Zvonimir Boban,
dan Daniele
Massaro bermain di sektor depan. Pada saat
dilatih Capello ini, Milan pernah singgah ke Indonesia dalam rangka tur musiman
dan melawan klub lokal Persib Bandung.
Pertandingan yang dimulai di Stadion
Utama Gelora Bung Karno pada
tanggal 4 Juni 1994 itu dimenangkan Milan dengan skor telak 8-0. Gol kemenangan
Milan dicetak oleh Dejan Savićević ('17)('18), Gianluigi
Lentini ('26), Paolo
Baldieri ('27)('48)('58), Christian
Antigori ('68), dan Stefano
Desideri ('78).
Masa
masa sulit (Tabarez ke Terim)
1996-1997
Setelah kepergian Fabio Capello
pada tahun 1996, Milan merekrut Oscar Washington Tabarez
tetapi perjuangan keras di bawah kendalinya kurang berhasil dan mereka selalu
kalah dalam beberapa pertandingan awal. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali
kejayaan masa lalu, mereka memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan
Tabarez. Milan mendapatkan tamparan keras kekalahan terburuk mereka di Seri A,
dipermalukan oleh Juventus F.C. di rumah mereka sendiri San Siro dengan skor 1-4. Milan
membeli sejumlah pemain baru seperti Ibrahim
Ba, Christophe
Dugarry dan Edgar Davids.
Milan berjuang keras dan mengakhiri musim 1996-1997 di peringkat kesebelas di Seri A.
1997-1998
Sacchi digantikan dengan Capello di
musim berikutnya. Capello yang menandatangani kontrak baru dengan Milan
merekrut banyak pemain potensial seperti Kristen
Ziege, Patrick Kluivert,
Jesper
Blomqvist, dan Leonardo; tetapi hasilnya sama buruk dengan musim sebelumnya. Musim 1997-1998 mereka berakhir di peringkat kesepuluh. Hasil ini tetap
tidak bisa diterima para petinggi Milan, dan seperti Sacchi, Capello dipecat.
1998-1999
Dalam pencarian mereka untuk seorang
manajer baru, Alberto Zaccheroni menarik perhatian Milan. Zaccheroni adalah manajer Udinese yang
telah mengakhiri musim 1997-1998 pada peringkat yang tinggi di tempat ke-3. Milan mengontrak
Zaccheroni bersama dengan dua orang pemain dari Udinese, Oliver Bierhoff
dan Thomas
Helveg. Milan juga menandatangani Roberto Ayala,
Luigi
Sala dan Andres Guglielminpietro
dan dengan formasi kesukaan Zaccheroni 3-4-3, Zaccheroni membawa klub
memenangkan scudetto ke-16 kembali ke Milan. Starting XI adalah:
Christian Abbiati; Luigi Sala, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini; Thomas
Helveg, Demetrio Albertini, Massimo Ambrosini, Andres Guglielminpietro;
Zvonimir Boban, George Weah, Oliver Bierhoff.
1999-2000
Meskipun sukses di musim sebelumnya,
Zaccheroni gagal untuk mentransformasikan Milan seperti The Dream Team
dulu. Pada musim berikutnya, meskipun munculnya striker Ukraina Andriy Shevchenko,
Milan mengecewakan fans mereka baik dalam Liga Champions UEFA 1999-2000 ataupun Seri A. Milan keluar dari Liga Champions lebih
awal, hanya memenangkan satu dari enam pertandingan (tiga seri dan dua kalah)
dan mengakhiri musim 1999-2000 di tempat ke-3. Milan tidaklah menjadi sebuah
tantangan bagi dua pesaing scudetto kala itu, S.S. Lazio
dan Juventus.
2000-2001
Pada musim berikutnya, Milan
memenuhi syarat untuk Liga Champions UEFA 2000-2001 setelah mengalahkan Dinamo Zagreb
agregat 9-1. Milan memulai Liga Champions dengan semangat tinggi, mengalahkan Beşiktaş JK
dari Turki dan raksasa Spanyol FC Barcelona,
yang pada waktu itu terdiri dari superstar internasional kelas dunia, Rivaldo dan
Patrick Kluivert. Tapi performa Milan mulai menurun secara serius, seri melawan
sejumlah tim (yang dipandang sebagai kecil/lemah secara teknis untuk Milan),
terutama kalah 2-1 oleh Juventus di Seri A dan 1-0 untuk Leeds United.
Dalam Liga Champions putaran kedua, Milan hanya menang sekali dan seri empat
kali. Mereka gagal untuk mengalahkan Deportivo de La Coruña dari Spanyol di pertandingan terakhir dan Zaccheroni
dipecat. Cesare Maldini, ayah dari kapten tim Paolo, diangkat
dan hal segera menjadi lebih baik. Debut kepelatihan resmi Maldini di Milan
dimulai dengan menang 6-0 atas A.S. Bari,
yang masih memiliki senjata muda, Antonio Cassano.
Itu juga di bawah kepemimpinan Maldini bahwa Milan mengalahkan saingan berat
sekota Internazionale dengan skor luar biasa 6-0, skor yang tidak pernah
diulang dan di mana Serginho membintangi pertandingan. Namun, setelah bentuk puncak ini,
Milan mulai kehilangan lagi termasuk kekalahan 1-0 yang mengecewakan untuk Vicenza Calcio,
dengan satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak oleh seorang Luca Toni.
Terlepas dari hasil ini, dewan direksi Milan bersikukuh bahwa Milan mencapai
tempat keempat di liga di akhir musim, tapi Maldini gagal dan tim berakhir di
tempat keenam.
2001-2002
Milan memulai musim 2000-2001 dengan lebih banyak penandatanganan kontrak pemain bintang
termasuk Javi
Moreno dan Cosmin
Contra yang membawa Deportivo Alavés ke putaran final Piala UEFA.
Mereka juga menandatangani Kakha Kaladze
(dari Dynamo Kyiv), Rui Costa (dari AC Fiorentina),
Filippo Inzaghi (dari Juventus), Martin
Laursen (dari Hellas
Verona), Jon Dahl Tomasson
(dari Feyenoord),
Ümit Davala (dari Galatasaray)
dan Andrea Pirlo (dari Inter Milan).
Fatih
Terim diangkat sebagai manajer,
menggantikan Cesare Maldini, dan cukup sukses. Namun, setelah lima bulan di
klub, Milan tidak berada di lima besar liga dan Terim dipecat karena gagal
memenuhi harapan direksi.
Era
Ancelotti
Terim digantikan oleh Carlo Ancelotti,
meskipun rumor bahwa Franco Baresi akan menjadi manajer baru. Terlepas dari
masalah cedera pemain belakang Paolo Maldini,
Ancelotti berhasil dan mengakhiri musim 2001-02 dalam peringkat empat, tempat
terakhir untuk di Liga Champions. Starting XI pada saat itu adalah
Christian Abbiati; Cosmin Contra, Alessandro Costacurta, Martin Laursen, Kakha
Kaladze, Gennaro Gattuso, Demetrio Albertini, Serginho; Manuel Rui Costa;
Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi. Ancelotti membawa Milan meraih gelar juara
Liga Champions pada musim 2002/2003 ketika mengalahkan Juventus lewat drama adu penalti
di Manchester,
Inggris. Milan
terakhir kali meraih gelar prestisus dengan merebut juara Liga Italia pada
musim kompetisi 2003/2004 sekaligus menempatkan penyerang Andriy Shevchenko
sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Italia, maka rossoneri-pun
semakin ditakuti.
Pasang
surut 2006-2008
Pada musim kompetisi Liga Italia Seri A 2006/2007, Milan terkait dengan skandal calciopoli
yang mengakibatkan klub tersebut harus memulai kompetisi dengan pengurangan 8
poin. Meskipun begitu, publik Italia tetap berbangga karena di tengah rusaknya
citra sepak bola Italia akibat calciopoli, Milan berhasil menjuarai kompetisi
sepak bola yang paling bergengsi di dunia, Liga Champions. Hasil itu didapat
setelah Milan menaklukkan Liverpool 2-1 lewat dua gol Filippo Inzaghi.
Gelar inipun menuntaskan dendam Milan yang kalah adu penalti dengan Liverpool
dua tahun silam. Gelar pencetak gol terbanyakpun disabet pemain jenius Milan, Kaká dengan
torehan 10 gol. Pada pertengahan musim, Milan mendatangkan mantan pemain
terbaik dunia, Ronaldo dari Real Madrid
untuk memperkuat armada penyerang mereka setelah penyerang muda Marco Borriello
dihukum karena terbukti doping. Musim 2007/2008, Milan terpaksa bermain di kompetisi Piala UEFA
setelah hanya berhasil menduduki peringkat ke-5 dibawah Fiorentina dengan
selisih 2 poin. Dalam pertandingan Serie A yang terakhir, Milan menang 4-1 atas
Udinese, tapi di saat bersamaan, Fiorentina
juga menang atas Torino dengan skor 1-0 yang akhirnya posisi kedua tim tak ada
perubahan. Untuk memperbaiki performa di musim berikut (2008/2009), Milan
membeli sejumlah pemain baru, di antaranya Mathieu Flamini
dari Arsenal, serta Gianluca Zambrotta dan Ronaldinho yang keduanya berasal dari Barcelona. Pada transfer paruh
musim 2008/2009, Milan mendatangkan David Beckham
dengan status pinjaman dari klub sepak bola Amerika Serikat LA Galaxy.
Pasca-Ancelotti
Era
Leonardo
Pada akhir musim 2008/2009,Milan menempati peringkat ke-3 klasemen liga Serie A, dua
peringkat di bawah rival sekota, Internazionale
yang meraih scudetto dan di
bawah Juventus. Untuk
memperbaiki hasil yang kurang memuaskan ini, Milan mendatangkan pelatih muda
yang sekaligus mantan pemain Milan era 90-an, Leonardo untuk menggantikan pelatih Milan sebelumnya, Ancelotti yang
"hijrah ke London", tepatnya klub Chelsea F.C..
Milan juga terpaksa melepas beberapa pemainnya, antara lain:
- Kaka, pindah ke Real Madrid. Nilai transfernya ± 67 juta Euro
- Paolo Maldini, bek legendaris Milan ini memutuskan untuk pensiun
- Yoann Gourcuff, memutuskan untuk tetap di Bordeaux.
Masalah terbesar yang mengganjal
transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali
untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu
yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège
dengan status bebas
transfer dan Klaas-Jan Huntelaar bekas penyerang Real Madrid
dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim
banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur
pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus.
Musim 2009/2010 diawali Milan dengan hasil yang tidak memuaskan. Bermula
ketika Milan meraih hasil imbang 2-2 melawan Los Angeles Galaxy, seterusnya, Milan terus menuai hasil negatif. Milan
terperosok di ajang World Football Challange
2009. Di ajang
Audi
Cup, Milan juga kalah oleh Bayern Munich
dengan skor 1-4. Bahkan, ketika menghadapi derby 30 Agustus 2009 melawan Internazionale
di San Siro, Milan kalah memalukan dengan skor 0-4, sekaligus memecahkan rekor
kemenangan terbesar Inter di San Siro.
Pertengahan Oktober 2009,
penilaian berbagai pihak tentang kinerja Leonardo sebagai pelatih yang tadinya
berada di titik terendah akibat serentetan performa buruk, mulai terdongkrak
dengan berhasilnya Leonardo memimpin Milan mengalahkan AS Roma 2-1 di
San Siro. Setelah kemenangan itu, Milan juga menuai hasil positif di Stadion
Santiago Bernabéu dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid
3-2. Dan setelah itu, Milan kembali menuai kemenangan atas Chievo Verona
di Stadio Marc'Antonio Bentegodi, kandang Chievo, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Pada 1 November
2009, Milan
mengalahkan Parma F.C. di San Siro 2-0 sekaligus mengantarkan Milan ke peringkat 4
klasemen sementara (Zona masuk Liga Champions terakhir). Pada 19 November
2009,
kekalahan 0-2 Juventus F.C. dari Cagliari membuat
Milan berada di posisi runner-up di bawah Internazionale;
karena, beberapa jam setelah kekalahan Juventus, Milan memenangkan
pertandingannya dengan Catania, 2-0.
Memasuki bagian akhir musim Serie A April 2010,
Milan yang tengah berada di peringkat ketiga dan hanya selisih 4 poin dari
peringkat pertama kelasemen AS Roma, dan hanya berjarak 1 poin dengan peringkat
kedua Inter Milan. Namun pada akhirnya Milan harus takluk dua kali
berturut-turut dari Sampdoria 2-1, dan dari Palermo dengan skor 3-1. Dengan kekalahan tersebut, impian Milan
untuk meraih gelar musim ini pupus. Pada pertandingan di giornata
terakhir Seri A 2009/2010 antara Milan melawan Juventus, Leonardo
memimpin Milan mengalahkan Juventus 3-0 di San Siro, sekaligus memberi
kontribusi terakhirnya bagi rossoneri, dan mengumumkan bahwa ia akan
berhenti melatih Milan untuk musim depan Sejak mundurnya Leonardo, banyak
spekulasi yang berpendapat mengenai pelatih baru Milan, tetapi pada 25 Juni 2010, secara mengejutkan pihak Milan mengumumkan untuk memilih Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.
Era
Allegri, Scudetto ke-18
Musim 2010/2011, Milan dipimpin oleh Massimiliano Allegri, dengan berbagai
pembaruan mulai dari sponsor (bwin.com digantikan Emirates), hingga
lini pemain. Di akhir bursa transfer, secara mengejutkan Milan memboyong Zlatan Ibrahimovic dari F.C. Barcelona
(dengan opsi pinjaman dan pembelian 24 juta Euro di akhir musim), dan Robinho dari Manchester City.
Awal musim, Milan dikejutkan dengan kekalahan 0-2 dari tim promosi A.C. Cesena,
meski dalam pertandingan tersebut baik Ibrahimovic maupun Robinho memulai
debutnya. Pada pertandingan derby tanggal 14 November 2010, Milan mengalahkan Internazionale
di Giuseppe Meazza
dengan gol tunggal penalti Ibrahimovic. Pada transfer paruh musim, Milan
memboyong sejumlah pemain anyar seperti Antonio Cassano
dari U.C. Sampdoria, Mark van Bommel
dari Bayern Munich, dan Nicola Legrottaglie dari Juventus F.C..
Di ajang Liga Champions, Milan yang berhasil menembus babak penyisihan grup
dipermalukan Tottenham Hotspur dengan skor 0-1 di San Siro. 13 Maret 2011, Milan mengalami
hasil seri 1-1 dengan penghuni dasar klasemen A.S. Bari,
minggu berikutnya 19 Maret, Milan dipermalukan U.S. Città di Palermo 0-1 di Stadion Renzo Barbera. Kekalahan tersebut membuat jarak poin dengan posisi 2
Internazionale berkurang menjadi 2 poin, dan itu terjadi tepat sebelum derby
Milan putaran kedua. 2 April, derby antara Milan dan Inter berlangsung
di San Siro, berakhir dengan kemenangan Milan 3-0, berkat 2 gol Pato dan 1 gol
Cassano. Pada 7 Mei 2011, Milan meraih hasil imbang 0-0 dengan A.S. Roma,
1 poin tambahan hasil seri membuat poin Milan menjadi 78 poin, tak terkejar
peringkat 2 Inter karena kalah head-to-head, dan membuat Milan meraih
gelar juara Serie A atau scudetto yang ke-18. Pada 6 Agustus
2011, Milan
bertemu kembali dengan Inter dalam rangka pertandingan Piala Super Italia, Milan sebagai juara Serie A bertemu Inter sebagai juara Piala Italia.
Milan memenangi pertandingan tersebut 2-1 melalui gol Ibrahimovic dan Boateng,
sementara gol Inter dicetak oleh Wesley Sneijder,
membuat Milan unggul 1 Piala Super (6) dari Inter (5).
Skuat
Hingga 6 September
2011,
sesuai dengan website resmi Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai
dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu
kewarganegaraan.
|
|
Sedang
dipinjamkan
Catatan: Bendera menunjukkan tim
nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu
kewarganegaraan.
|
|
Pemain
legenda
Jongkok dari kiri-kanan: Alessandro Costacurta, Giovanni
Stroppa, Roberto Donadoni,
Franco Baresi, Angelo
Carbone.
Berdiri dari kiri-kanan: Mauro Tassoti, Paolo Maldini, Frank Rijkaard, Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Andrea Pazzagli
Berdiri dari kiri-kanan: Mauro Tassoti, Paolo Maldini, Frank Rijkaard, Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Andrea Pazzagli
Pelatih
terkenal
- Herbert Kilpin
- Salah satu pendiri AC Milan sekaligus pelatih pertama Milan.
- Carlo Ancelotti
- Sumbangsihnya terhadap Milan adalah menyumbang 2 trofi Seri A dan 2 trofi Liga Champions sebagai pemain, serta 2 trofi Liga Champions dan 1 trofi Seri A sebagai pelatih.
- Cesare Maldini
- Sebagai pemain dia menyumbang 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
- Arrigo Sacchi
- Pelatih yang membawa Milan mendapat predikat "The Dream Team", memenangkan 1 trofi Seri A, dan 2 trofi Liga Champions berturut-turut.
- Fabio Capello
- Suksesor dari Sacchi, di tangannya, Milan menjadi semakin gemilang. Menyumbangkan 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
- Nereo Rocco
- Pelatih jenius Milan yang mengembangkan taktik catenaccio. Menyumbangkan 2 trofi Seri A, 1 trofi Liga Champions, dan 1 trofi Piala Winners.
- Vittorio Pozzo
- Pelatih legendaris Italia, meski di masanya Milan tidak terlalu bersinar, Ia membuktikan diri bahwa dirinya adalah pelatih jenius dengan menemukan formasi Metodo (2-3-2-3), formasi yang menyeimbangkan antara serangan dan pertahanan.
- Nils Liedholm
- Melatih Milan selama 3 generasi (1963-1966, 1977-1979, dan 1984-1987), Liedholm menyumbangkan 4 trofi Seri A.
- Leonardo de Araújo
- Pelatih Milan pertama yang berasal dari Brazil.
Prestasi
Bila dihitung berdasarkan total
banyaknya gelar, maka Milan adalah salah satu klub tersukses di Italia, dengan
total raihan gelar juara lebih dari 29 tropi dan menjadi terbanyak kedua
setelah Juventus (40 tropi
domestik). Milan juga menjadi klub tersukses di dunia bersama Boca Juniors,
dengan rekor 14 trofi konfederasi (UEFA-Eropa) dan 4 trofi dunia. Milan juga mengenakan bintang tanda
bahwa mereka memenangi lebih dari 10 gelar Seri A. Ditambah
lagi, Milan juga memakai Lambang Penghargaan UEFA di seragam mereka karena memenangi lebih dari lima gelar Liga Champions.
Kejuaraan
Nasional
| |
| Add caption |
·
Juara
(18): 1901; 1906; 1907; 1950-51; 1954-55;
1956-57; 1958-59; 1961-62; 1967-68; 1978-79; 1987-88; 1991-92; 1992-93;
1993-94; 1995-96; 1998-99; 2003-2004; 2010-2011
·
Runner-up (14): 1902; 1947-48;
1949-50; 1951-52, 1955-56, 1960-61; 1964-65; 1968-69; 1970-71; 1971-72;
1972-1973; 1989-90; 1990-91; 2004-05
·
Juara (2): 1980–81; 1982–83
·
Juara (5): 1966–67; 1971–72; 1972–73; 1976–77; 2002-03
·
Runner-up (7): 1941–42; 1967–68;
1970–71; 1974–75; 1984–85; 1989-90; 1997-98
·
Juara (6): 1988; 1992; 1993; 1994; 2004; 2011
·
Runner-up (3): 1996; 1999; 2003
Kejuaraan
Eropa
·
Juara (7): 1962-63; 1968-69; 1988-89; 1989-90; 1993-94; 2002-03;
2006-07
·
Runner-up (4): 1957-58; 1992-93;
1994-95; 2004-05
·
Juara (5): 1989; 1990; 1994; 2003; 2007
·
Runner-up (2): 1973; 1993
·
Juara (2): 1967–68; 1972–73
·
Runner-up (1): 1973–74
Kejuaraan
Dunia
·
Juara (4):1969; 1989; 1990; 2007
·
Runner-up (4): 1963; 1993; 1994;
2003
Kejuaraan
lainnya
- Piala Latin (Piala yang paling penting bagi klub-klub Eropa pada tahun 40-an dan 50-an. Diselenggarakan sejak 1949 hingga 1957 antara juara-juara Perancis, Italia, Portugal dan Spanyol. Kejuaraan ini menghilang setelah dimulainya Piala Champions.):
·
Juara (3): 1951; 1956
·
Runner-up (1): 1953
·
Juara (1): 1981-82
·
Juara (1): 2009
·
Juara (2): 1988, 1990
·
Runner-up (1): 1999
·
Juara
(12): 1992, 1993, 1994, 1996, 1997, 2002,
2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2011
·
Runner-up (9): 1991, 1995, 1998,
1999, 2000, 2001, 2003, 2004, 2010
AC
Milan tahun ke tahun
Daftar
pelatih AC Milan
Berikut ini adalah daftar pelatih
Milan sepanjang sejarah.
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Daftar
presiden AC Milan
Milan memiliki bayak presiden sejak
didirikan, beberapa dari mereka juga adalah pemilik klub dan presiden yang
diistimewakan. Inilah daftar lengkapnya.
|
|
Daftar
kapten AC Milan
|
|
Warna
dan lambang Milan
Warna seragam kebanggaan Milan
adalah merah-hitam,atau dalam bahasa Italia:
Rossoneri, namun anehnya, di ajang
final suatu kompetisi yang tidak memakai format kandang-tandang (contoh:Liga Champions) , Milan selalu memakai warna seragam putih. Tradisi
ini dipercaya membawa keberuntungan untuk Milan. Dengan enam kali menang dari
delapan laga final Liga Champions berseragam putih (hanya kalah melawan Ajax pada 1995 dan Liverpool
pada 2005) membuat
tradisi ini semakin kukuh dipertahankan. Selain kedua seragam Milan
(merah-hitam dan putih), Milan memiliki seragam ketiga (third kit)
berwarna hitam dengan sentuhan garis merah di beberapa bagian. Namun, seragam
ketiga ini sangat jarang digunakan.
Untuk "beberapa tahun"
belakangan, lambang Milan memakai sentuhan bendera Milan (flag of Milan),
yaitu lambang yang terlihat seperti lambang salib berwarna merah pada lambang
Milan, yang aslinya adalah bendera dari Saint Ambrose.
Panggilan Milan yang lainnya, Il Diavolo Rosso (setan merah) berasal
dari lambang bintang yang dikenakan Milan di atas lambang klubnya. Bintang
tersebut dikenakan Milan pada 1979 karena Milan sudah memenangkan lebih dari sepuluh gelar
lokal (scudetto Seri A). Saat ini, lambang klub Milan adalah untuk dipersembahkan
kepada bendera Comune di Milano, dengan singkatan ACM di
atas dan tahun berdirinya 1899 di bawah.
Rekor
statistik Milan
Paolo Maldini sampai sekarang mencetak rekor untuk total penampilan di Seri A untuk
Milan dengan total ± 1000 penampilan, dan 600 diantaranya diperoleh dari Seri A
(14 Mei 2007, tidak termasuk pertandingan playoff). Selanjutnya
ia dikenal sebagai pemain paling sering tampil di Seri A sepanjang masa.
Topskor Milan sepanjang sejarah
dipegang oleh Gunnar Nordahl, yang mencetak 254 gol dalam 268 permainan. Andriy Shevchenko
berada di urutan kedua dengan 243 gol dalam 298 permainan, dan pencetak gol
tertinggi di skuat Milan saat ini adalah Filippo Inzaghi,
dengan 101 gol dalam 220 permainan.
Milan memiliki rekor yang unik namun
impresif, yaitu saat mengikuti musim 1991/1992. Milan tidak pernah kalah dalam musim tersebut. Totalnya,
Milan tidak pernah kalah dalam 58 pertandingan, dimulai dengan seri 0-0 melawan
Parma saat 26 Mei 1991 dan secara ironis diakhiri dengan kekalahan kandang 1-0
dengan Parma juga, 21 Maret 1993. Rekor tidak terkalahkan ini merupakan rekor terpanjang
ketiga di sepak bola Eropa, di bawah Steaua Bucharest dengan 104 pertandingan tanpa kekalahan dan Celtic dengan 68
pertandingan tanpa kekalahan.
Pada 2007, Milan bersama dengan Boca Juniors
dari Argentina
menyandang gelar klub dengan gelar internasional terbanyak versi FIFA. Kerena status ini, Milan sempat merajai peringkat klub
sepak bola terhebat dunia pada kisaran 2007.
Komponen
penting Milan
Stadion
Stadion tim saat ini adalah Stadion
Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan
nama San Siro, karena berada di distrik San Siro. Stadion ini digunakan
bersama dengan Internazionale, klub lain di Milan. Stadion ini dipakai ketika Seri A
melaksanakan partai antara klub kota Milan, Derby della Madonnina
(Ibu segala derby). Nama ini diberikan untuk penghormatan kepada patung bunda
Maria yang berada di Milan (sering
disebut Madonnina atau ibu), serta karena rivalitas keduanya yang
sangat sengit karena keduanya sama-sama tim jajaran atas terhebat di Italia,
atmosfer pertandingannya melebihi pertandigan derby manapun. Suporter AC
Milan menggunakan "San Siro" untuk menyebut stadion itu karena
dulunya Giuseppe Meazza, merupakan seorang pemain bintang bagi Inter (meski dia
pernah membela Milan selama satu musim). Tetapi, di masa mendatang, ada wacana
untuk memindahkan homebase Milan ke stadion baru, seperti yang
diungkapkan wakil presiden Adriano Galliani pada tahun 2006.
Basis
pendukung
Secara sejarah, AC Milan (dipanggil
dengan "Milan" saja di Italia) didukung oleh kaum pekerja dan kelas
buruh di Milan yang umumnya merupakan para pendatang dari daerah Italia selatan
(atas dasar itulah julukan "Casciavit" / obeng diberikan untuk
Milan), sementara Inter lebih didukung orang-orang kaya. Meskipun begitu, pada
beberapa tahun terakhir, basis pendukung telah banyak berubah. Milan kini
dimiliki oleh raja media dan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi,
sementara Inter dimiliki pebisnis garis tengah-kiri, Massimo Moratti.
Basis pendukung Milan yang disebut Milanisti
mayoritas berhaluan politik sayap kiri,
berseberangan dengan Inter yang didominasi oleh pendukung yang secara
tradisional berhaluan sayap kanan. Grup pendukung (ultras) yang terkenal
dari Milan adalah Fossa Dei Leoni[
yang beraliran ekstrem kiri, dan Brigate Rossonere yang beraliran
ekstrem kanan. Menyusul keributan dengan suporter Inter pada derby musim kompetisi 2005/2006, Fossa Dei Leoni membubarkan diri secara organisasi.
Meskipun begitu, massa mereka masih setia mendukung Milan di tribun khusus
bagian selatan stadion San Siro bersama kelompok lain, dengan sebutan Curva
Sud..
Basis
pendukung di Indonesia
Pada 16 Maret 2003, sebuah komunitas khusus pendukung Milan di Indonesia
terbentuk. Komunitas itu bernama "Milanisti
Indonesia". Komunitas ini berawal dari milis oleh
sesama pendukung dan akhirnya berlanjut sampai membentuk suatu organisasi. Saat
ini Milanisti Indonesia sudah memiliki basis-basis di kota besar di Indonesia
selain Jakarta. Saat
ini, pemimpin sekaligus presiden dari Milanisti Indonesia adalah Arief Ikram.
Nama
Tahun
|
Nama
|
Catatan
|
1899 - 1919
|
Milan C.F.C (Milan Cricket and Football Club)
|
|
1919 - 1938
|
Milan F.C (Milan Football Club)
|
|
1938 - 1945
|
A.C. Milano (Associazione Calcio Milano)
|
"Milano" adalah ejaan
untuk Milan dalam Italia, dipakai selama era fasisme
Italia dalam Perang Dunia 2
|
1938 -
|
A.C. Milan (Associazione Calcio Milan)
|
Himne
Milan
AC Milan juga mempunyai himne yang
berjudul "Inno Milan!",diciptakan oleh Tony
Renis, pembuat lagu asal Italia.
Bahasa
Italia
|
Bahasa
Indonesia
|
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Camminiamo noi accanto ai nostri eroi Sopra un campo verde sotto un cielo blu Conquistate voi una stella in piã A brillar per noi E insieme cantiamo Milan Milan solo con te, Milan!! Milan Milan sempre per te Ooo oo... Ooo oo.. Una grande squadra Sempre in festa ol㨠Ooo oo... Ooo oo.. Ooo oo.. E insieme cantiamo Milan Milan solo con te, Milan!! Milan Milan sempre per te Con il Milan nel cuore Nel profondo dell'anima Un vero amico sei E insieme cantiamo Milan Milan solo con te, Milan!! Milan Milan sempre con te Ooo oo.. Ooo oo.. |
Milan Milan hanya dengan anda
Milan Milan selalu untuk anda
Kita berjalan di samping pahlawan kita Di lapangan hijau, di bawah langit biru Anda memenangkan bintang utama Bersinar untuk kita Dan bersama kami menyanyi Milan Milan hanya dengan anda, Milan!! Milan Milan selalu untuk anda Ooo oo... Ooo oo.. Sebuah tim besar Juga dalam perayaan Ooo oo... Ooo oo.. Ooo oo.. Dan bersama kami menyanyi Milan Milan hanya dengan anda, Milan!! Milan Milan selalu untuk anda Dengan Milan di hati Di kedalaman jiwa Seorang sahabat sejati anda Dan bersama kami menyanyi Milan Milan hanya dengan anda, Milan!! Milan Milan selalu untuk anda Ooo oo... Ooo oo.. |
Tim
rival
Sebagai tim tradisional dalam
kompetisi Italia dan Eropa, Milan memiliki berbagai rival/pesaing yang seimbang, yang
telah bertemu dengan Milan di berbagai ajang pertandingan.
Di
Italia
|
Di
Luar Italia
|
Serba-serbi
AC Milan di bidang keuangan
Berdasarkan Deloitte Football Money League yang diterbitkan oleh konsultan Deloitte,
di musim 2005/2006, Milan ada di peringkat kelima klub sepak bola dengan
pendapatan terringgi di dunia dengan jumlah estimasi pendapatannya 233.7 juta Euro. Saat ini, Milan menempati peringkat keenam dalam daftar
Klub Sepakbola Terkaya Di Dunia oleh majalah Forbes,
membuat Milan klub sepak bola Italia terkaya
Fly Emirates adalah sponsor Milan saat ini, di mulai dari musim 2010/2011 dan setidaknya akan bertahan hingga 5 musim ke depan.
Perusahaan judi online Austria, bwin.com
adalah sponsor Milan yang sebelumnya, dengan kontrak empat tahun dimulai dari
musim 2006/2007.
Sebelum bwin.com, sponsor
Milan adalah Opel,
perusahaan mobil asal Jerman. Opel mensponsori Milan selama 12 tahun, dan terpampang
selama itu juga dengan logonya, namun, pada musim 2003/2004 dan 2005/2006 nama sponsor Opel di seragam Milan berubah, menjadi Meriva
(2003/2004) dan Zafira (2005/2006), dua mobil produk mereka.
Seragam dan perlengkpan olahraga
Milan saat ini disuplai dari perusahaan manufaktur olahraga Jerman, Adidas, yang kontraknya berakhir pada musim 2017/2018. Kontrak ini membuat Adidas adalah manufaktur resmi semua
seragam dan perlengkapan replika Milan. Sebelum Adidas, perusahaan olahraga
Italia Lotto adalah manufaktur resmi seragam dan perlengkapan Milan.
Tanggal 14 Januari 2008, Milan dan Adidas memperbaharui kontrak kerjasama sampai 30 Juni 2018. Berdasarkan kontrak, Adidas bertanggungjawab terhadap tiga
franchise Milan: sponsor terhadap seragam, merchandise Milan, dan
distribusi semua produk non-sepak bola Milan



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar