PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO
DINAS PENDIDIKAN
DAN KEBUDAYAAN
SMK NEGERI 1 PURWOREJO
Jalan Tentara Pelajar Kotak Pos 127 Purworejo Kode
Pos 54101
Telepon
(0275) 321948 Fax.321948
TUGAS
Makalah Kewirausahaan
“KIAT SUKSES WIRAUSAHA”
Disusun Oleh :
TEGUH
HADI PRANOTO (26)
KOMPETENSI KEAHLIAN
TEKNIK BANGUNAN
PROGRAM STUDI KEAHLIAN
TEKNIK GAMBAR BANGUNAN
BIDANG STUDI KEAHLIAN
TEKNOLOGI DAN REKAYASA
SMK NEGERI 1 PURWOREJO
Jalan Tentara Pelajar Kotak Pos 127
Purworejo Kode Pos 54101
Telepon (0275) 321948 Fax.321948
TAHUN 2011
LATAR BELAKANG
Pada awal berdirinya usaha, diperlukan suatu acuan atau
rencana agar usaha tersebut dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan.
Perencanaan usaha atau business plan adalah suatu dokumen yang menyatakan
keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan
menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana.
Menjadi seorang Wirausaha tidaklah luput dan tidaklah
terlepas dari para Wirausahawan yang telah ada sebelumnya atau telah suskses
terlebih dahulu, baik dari segi semangat, dorongan, dukungan hingga pada Tips
ataupun kiat sukses dari para Wirausahawan tersebut.
Maka dari itu kita para generasi muda calon Wirausaha
masa depan dan tumpuan bangsa harus bisa mengerti dan memahami kiat sukses dari
para Wirausahawan yang telah ada, dan dari hal itupulalah Penyusun mencoba mengkaji
dan meneliti ulang Tips dan Kiat sukses Berwirausaha melalui makalah sederhana
ini.
Kiat Sukses Wirausaha adalah Tips dan kisah dari para
wirausahawan yang telah ada dan dibagikan kepada para pembaca sertaorang lain
yang ingin mengikuti atau bahkan mungkin meneladani apa yang telah mereka
lakukan dalam menjalankan Bisnies dan juga usahanya selama ini.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah:
1. Apa
saja Tips dan Kisah sukses dari para wirausahawan.
2. Bagaimana
strategi menyusun makalah yang efektif.
3. Sebagai
bahan tugas dari Kewirausahaan
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah:
Tujuan dari penulisan ini adalah:
a. Untuk
mengetahui Tips dan Kisah sukses dari para wirausahawan.
b. Mengetahui
bagaimana strategi menyusun makalah bisnis yang efektif.
c. Sebagai
bahan tugas Kewirausahaan
kata pengantar
Puji syukur penulis panjatkan ke
hadirat Allah SWT. bahwa penulis telah menyelesaikan tugas mata pelajaran Kewirausahaan
dengan membahas “Kiat Sukses para Wirausaha”.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini,
tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa
kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan
bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak guru bidang
studi Kewirausahaan yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis
sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
2. Orang tua yang telah
turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini
selesai.
3. Serta Teman-teman
yang telah membantu dalam menyelesaikan dan memberikan kritik dan sarannya
kepada penulis
Penulis Menydari bahwa dalam
penyusunan ini kurang sempurna maka dari pada itu, penulis mohon atas kritik
dan sarannya agar pembuatan makalh seperti ini kedepannya lebih baik lagi.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan
menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis
sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.
Purworejo,……..Oktober 2011
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul (Cover) ...................................................................................... i
Latar
belakang & Tujuan ............................................................................ ii
Kata Pengantar ................................................................................................... iii
Daftar Isi ............................................................................................................ iv
Bab I Isi
Artikel-Artikel ……...……………………………………….......................... 1-29
Bab II Penutup
A. Kesimpulan ………................................................................................ 30
B. Saran .......................................................................................... 30
C. Amanat .......................................................................................... 30
D. SUmber .......................................................................................... 30
BAB I
Isi
Hendy Setiono,
pendiri perusahaan waralaba Kebab Turki Baba Rafi. franchisenya tidak hanya
diakui di indonesia, tapi juga di mancanegara. pemuda asal surabaya ini punya
keyakinan sukses yang luar biasa
dengan pakaian yang sederhana beginilah
penampilan sehari-hari seorang Hendy Setiono, Presiden dirtur Kebab Turki Baba
Rafi Surabaya. Oleh majalah Tempo edisi akhir 2006, dia dinobatkan sebagai
salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang dinilai mengubah Indonesia.
Tentu, sebuah pengakuan yang membanggakan bagi Hendy. Apalagi, bisnis yang dia
geluti tergolong bisnis yang tak akrab di telinga.
2011, Kebab Turki Baba Rafi siap
merajai bisnis makanan cepat saji ala timur tengah, dengan target penambahan
gerai di beberapa negara Asia Tenggara. Setelah sukses melebarkan sayap ke
Malaysia dengan secara resmi PT. Baba Rafi Indonesia terdaftar sebagai anggota
Malaysian Franchise Association, maka target selanjutnya adalah menaklukkan
Negeri Gajah Putih, Thailand. Selain karena negerinya yang terkenal dengan
pariwisata tradisional, karakteristik penduduknya justru menjadi alasan yang
membuat KTBR tertantang untuk membuat mainstream baru dengan makanan cepat saji
ala timur tengah.
Target
dalam negeri tentu saja fokus pada maintaining 700 outlet yang telah beroperasi.
Di Nusantara KTBR masih sejumlah 600 outlet, inilah alasan kami untuk
tetap pada “sales!, sales! dan sales!” . masih terbuka banyak peluang pasar
yang dapat dibidik dan diciptakan. Oleh karenanya di 2011 angka 1001
outlet akan ditembus baik di Malaysia maupun Indonesia.
Dengan
ramah, pria kelahiran Surabaya, 30 Maret 1983, tersebut mempersilakan Jawa Pos
masuk ke kantornya di Ruko Manyar Garden Regency, kawasan Nginden Semolo.
“Biasanya saya masuk kantor agak siang. Tapi, karena hari ini ada janji dengan
Anda, saya agak meruput datang ke kantor,” ujar Hendy mengawali perbincangan.
Ketika
itu, jarum jam sudah menunjuk pukul 11.00. Bagi Hendy, pukul 11.00 masih
terbilang pagi karena biasanya dirinya baru masuk kantor lebih dari pukul
12.00.
Dia
lalu menceritakan awal mula bisnis kebab yang digelutinya tersebut. Kebab
adalah makanan khas Timur Tengah (Timteng) yang dibuat dari daging sapi
panggang, diracik dengan sayuran segar, dan dibumbui mayonaise, lalu digulung
dengan tortila. Sebenarnya, kebab banyak beredar di Qatar dan negara Timteng
lainnya.
Namun,
kata Hendy, kebab paling enak adalah dari Istambul, Turki. Karena itu, dia
menggunakan “trade mark” Turki untuk menarik calon pelanggan.
Hendy
mengisahkan, pada Mei 2003, dirinya mengunjungi ayahnya yang bertugas di
perusahaan minyak di Qatar. Selama di negeri itu, dia banyak menemui kedai
kebab yang dijubeli warga setempat. Lantaran penasaran, Hendy yang mengaku hobi
makan itu lantas mencoba makanan yang lezat bila dimakan dalam kondisi masih
panas tersebut. “Ternyata, rasanya sangat enak. Saya tak menduga rasanya
seperti itu,” ungkap sulung dua bersaudara pasangan Ir H Bambang Sudiono dan
Endah Setijowati tersebut.
Tak
hanya perutnya kenyang, saat itu di benak Hendy langsung terbersit pikiran
untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha
semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timteng yang menyebar di
berbagai kota.
“Orang
Indonesia juga banyak yang naik haji atau umrah. Biasanya, mereka pernah merasakan
kebab di Makkah atau Madinah. Nah, mereka bisa bernostalgia makan kebab cukup
di outlet saya,” jelasnya.
“Makanya,
selama di Qatar, saya juga memanfaatkan waktu untuk berburu resep kebab. Saya
mencarinya di kedai kebab yang paling ramai pengunjungnya,” jelas Hendy yang
beristri Nilamsari.
Begitu
tiba kembali di Surabaya, dia langsung menyusun strategi bisnis. Yang pertama
dilakukan adalah mencari partner. Dia tidak ingin usahanya asal-asalan. Dia
kemudian bertemu Hasan Baraja, kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang
kuliner. Awalnya, mereka sengaja melakukan trial and error untuk menjajaki
peluang bisnis serta pangsa pasarnya.
“Ternyata,
resep kebab dari Qatar yang rasa kapulaga dan cengkehnya cukup kuat tidak
begitu disukai konsumen. Ukurannya pun terlalu besar. Makanya, kami
memodifikasi rasa dan ukuran yang pas supaya lebih familier dengan orang
Indonesia,” katanya.
September
2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Tepatnya di salah satu
pojok Jalan Nginden Semolo, berdekatan dengan area kampus dan tempat
tinggalnya.
Mengapa
gerobak? Hendy mempunyai alasan. “Membuat gerobak lebih murah daripada membuat
kedai permanen. Tidak perlu banyak modal. Gerobak pun fleksibel, bisa
dipindah-pindah,” ujarnya.
Soal
nama kedainya Baba Rafi, dia mengaku terinspirasi nama anak pertamanya, Rafi
Darmawan. “Diberi nama Kebab Pak Hendy kok tidak komersial,” katanya lalu
tergelak.
Saat
itulah terlintas di benaknya nama si sulung, Rafi. “Kalau dipikir-pikir, pakai
nama Baba Rafi, lucu juga rasanya. Baba kan berarti bapak, jadi Baba Rafi
berarti bapaknya Rafi.”
Mengawali sebuah bisnis memang tidak mudah. Apalagi untuk
meraih sukses seperti sekarang. Suka duka pun dirasakan calon bapak tiga anak
itu. “Misalnya, uang berjualan dibawa lari karyawan. Banyak karyawan yang
keluar masuk. Baru beberapa minggu bekerja sudah minta keluar,” ungkapnya.
Bahkan, pernah suatu hari, karena tak mempunyai karyawan,
Hendy dan istri berjualan. Hari itu kebetulan hujan. Tak banyak orang membeli
kebab. Makanya, pemasukan pun sedikit. “Uang hasil berjualan hari itu digunakan
membeli makan di warung seafood saja tak cukup. Wah, itu pengalaman pahit yang
selalu kami kenang,” ujarnya.
Tak
ingin setengah-setengah dalam menjalankan bisnis, lulusan SMA Negeri 5 Surabaya
tersebut akhirnya memutuskan berhenti dari bangku kuliah pada tahun kedua.
“Saya OD alias out duluan. Tapi, saya tidak menyesal meninggalkan bangku kuliah
untuk membangun usaha,” tegas Hendy yang pernah mengenyam pendidikan di
Fakultas Teknik Informatika ITS tersebut.
Keputusan
dia untuk meninggalkan bangku kuliah guna menekuni bisnis kebab tersebut sempat
ditentang orang tuanya. Mereka ingin Hendy menjadi orang kantoran seperti
ayahnya. Karena itu, ketika dia meminta bantuan modal, orang tuanya menganggap
bisnis yang akan dilakoni tersebut adalah proyek iseng. “Mereka pikir saya
tidak serius pada bisnis itu. Dalam hati, saya ingin membuktikan kepada bapak
dan ibu bahwa kelak saya pasti berhasil,” jelasnya.
Yang
luar biasa, kesuksesan bisnis Hendy tak perlu waktu lama. Hanya dalam 3-4
tahun, dia berhasil mengembangkan sayap di mana-mana. Bahkan Tidak hanya
di Jawa, tapi juga di Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
Sukses
bisnis kebab waralaba Hendy itu juga menghasilkan berbagai award, baik dari
dalam maupun luar negeri. Di antaranya, ISMBEA (Indonesian Small Medium
Business Entrepreneur Award) 2006 yang diberikan menteri koperasi dan UKM.
Hendy juga ditahbiskan sebagai ASIA’s Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah
Business Week International 2006. Untuk meraih award tersebut, dia bersaing
dengan 20 kandidat pengusaha lain dari berbagai negara di Asia.
Pria
kalem itu juga mendapatkan penghargaan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia
Abad Ke-21 yang dianugerahkan Profesi Indonesia. Kemudian, penghargaan Enterprise
50 dari majalah SWA untuk 50 perusahaan yang berkembang dalam setahun terakhir.
Serta, di pengujung 2006, majalah Tempo menobatkan Hendy menjadi salah seorang
di antara sepuluh tokoh pilihan yang mengubah Indonesia.
Apa
yang akan dilakukan Hendy selain mengembangkan usahanya ke mancanegara?
Tampaknya, dia ingin seperti raja komputer, Bill Gates. “Saya belajar dari para
pengusaha sukses. Salah satunya, Bill Gates. Dia bisa mendirikan kerajaan
Microsoft, meski tidak tamat sekolah. Jadi, intinya, untuk
menjadi orang sukses, tidak harus memiliki gelar akademis dan indeks prestasi
(IP) tinggi,” tegasnya lalu tertawa.
B. Ronny Lukito : Pengusaha Tas Eiger dari Keluarga Miskin
Ronny Lukito, pengusaha tas
terbesar di Indonesia dulunya adalah seorang anak dari keluarga yang
memprihatinkan. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada. Di masa remajanya Ronny
tinggal di Bandung. Dia adalah sebuah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri
ataupun perguruan tinggi swasta favorit, dia hanyalah seorang lulusan STM
(Sekolah Teknologi Menengah). Sebenarnya dia sangat ingin sekali
melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi swasta terfavorit di
Bandung, namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena terbentur
masalah keuangan.
Semenjak
bersekolah di STM Ronny terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik
kecil, diikat dengan karet dan kemudian dia jual ke rumah-rumah tetangga dengan
sepeda motor miliknya. Masa remaja Ronny di Bandung dilewati dengan penuh
kesederhanaan dan kerja keras yang jauh dari kehidupan serba ada.
Lahir
pada 15 Januari 1962, Ronny adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Ia
satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga pasangan Lukman Lukito – Kumiasih.
Ronny berdarah campuran Buton, Sumatera dan Jakarta itu mempunyai orangtua yang
menyambung hidup dengan cara berjualan tas.
“Saya
masih ingat pada waktu itu orangtua saya punya toko kecil berukuran 2.5 x 14m.
Toko tersebut diberi nama Nam Lung, khusus menjual tas. Itu satu-satunya toko
di Kota Bandung yang khusus menjual tas. Waktu itu kebanyakan pedagang membuka
toko kelontong yang jual macam-macam barang. Jadi jarang-jarang yang hanya jual
satu macam barang seperti ayah saya,” kenang Ronny.
Tas-tas
yang dijual toko ayah Ronny merupakan produk-produk dari perusahaan lain dan
ada juga hasil jahitan sendiri. Waktu itu orangtuanya hanya punya satu mesin
untuk membuat tas.
Saat
masih remaja sebenarnya Ronny tak berpikiran untuk menjadi pengusaha. Ayahnya
pun tak pernah mengarahkan Ronny agar menjadi pengusaha. Namun setamat STM, ia
harus berpikir realistis dalam melihat perekonomian keluarga. Ia kan
memprioritaskan membantu orangtuanya jualan di toko.
Sejak
tahun 1976, ketika Ronny duduk di bangku STM, toko ayahnya tersebut mulai
menjual tas hasil karya sendiri. Saat itu merek tas produknya bernama
Butterfly. Nama ini diambil dari merek mesin jahit buatan China yang mereka
pakai. Ronny sendiri membantu membeli bahan ke toko tertentu atau mengantarkan
barang dagangan ke pelanggan mereka. Malahan, sebelum berangkat sekolah, Ronny
jualan susu. Setelah pulang sekolah, Ronny kerja di bengkel motor sebagai
montir.
Tahun
1979, Ronny ingin kuliah, seperti impiannya selama ini. Namun dia melihat bahwa
orangtuanya tidak sanggup membiayai dirinya kuliah. Oleh sebab itu, dia
membantu perekonomian keluarga. Ronny mulai mengembangkan bisnis tersebut. dia
mulai memasukkan tasnya ke Matahari. Meski hanya mendapatkan order sedikit
Ronny kembangkan usahanya terus menerus.
Ia
belajar mendengar dan membaca produk apa yang diminati oleh pelanggan Matahari.
Ia bertekad menggenjot pertumbuhan bisnisnya. Awalnya omzet totalnya di
Matahari Rp 300 ribu sedangkan kompetitornya sudah jutaan rupiah. Awalnya pasar
yang digarap adalah Bandung dan sekitarnya dulu.
Ronny
terjun sendiri ke daerah-daerah untuk mencari mitra-mitra pengecer baru guna
membuka pasar baru. Ia rajin keliling daerah. Dia membuang kemalasan dan sadar
bahwa masa depannya ditentukan pada momen itu. Dia berangkat ke kota-kota lain
untuk mempromosikan dan membangun jaringan pemasaran.
Walaupun
masih dalam tahap awal memulai usaha, ia merasa tidak begitu menguasai
pengetahuan dunia usaha dan pemasaran sehingga ia putuskan untuk menggunakan
jasa seorang konsultan. Ronny banyak belajar secara
privat mengenai pengetahuan manajemen dan juga mengambil kursus manajemen
keuangan. Bila ada seminar atau kursus yang menurutnya bagus, Ronny juga
berusaha untuk menghadirinya. Membaca buku-buku yang relevan untuk pengembangan
diri juga terus dilakukan.
Setelah
menikah tahun 1986, dia merekrut marketing professional. Dengan perjuangan yang gigih dan tak mengenal lelah, dia
mengetahui peluang pasar karena dia tahu persis luar dalam bisnis tas ini
termasuk hal-hal di lapangan, dia tahu kendala apa saja dan lika liku di
lapangan. Akhirnya cita-cita Ronny untuk menjadi pemain terbesar di
dalam bisnis tas tercapai.
Mulai
dari Matahari, Ramayana, Gunung Agung, Gramedia, dan dept. store besar lainnya
menjual produk Ronny seperti Eiger, Export atau Bodypack. Kalangan praktisi
bisnis tas pasti tahu bahwa kini B&B Inc. milik Ronny merupakan salah satu
perusahaan nasional terbesar.
Tak
berhenti di situ, sekarang perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain
seperti dompet, sarung handphone, dan berbagai jenis produk lain. Salah satu kebiasaan Ronny yang baik adalah kemauannya
untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia tak merasa malu atau gengsi untuk
bertanya bila memang ia tidak tahu. Dengan cara inilah dia bisa berkembang dan
sukses sampai sekarang.
C. Aristoteles Onassis – Milyarder Sukses Yang Berawal Dari Kekurangan dan Kegagalan
Aristoteles Onassis dilahirkan pada tanggal 20
Januari 1906 di Simyrna, sebuah kota Yunani yang makmur di pantai Barat Turki.
Konon, ia lahir dari sebuah keluarga miskin, yang hidupnya selalu kekurangan.
Konon, ayahnya adalah penjaja dagangan buatan sendiri dari pintu ke pintu, dan
ibunya pembantu rumah tangga. Onassis tidak pernah mencoba meluruskan pendapat
orang banyak tentang masa lalunya, sekurang-kurangnya dimuka umum, karena
kisah-kisah seperti itu biasanya malah menambah cemerlang aura misteri yang
mengelilingi dirinya. Ia selalu menyadari pentingnya citra diri seseorang dalam
meraih sukses, suatu hal yang akan kita bicarakan lagi nanti.
Dalam kenyataan, ayah Onassis adalah
seorang pedagang grosir yang berkecukupan dan mempunyai nama sebab ia juga
menjabat presiden sebuah bank dan rumah sakit setempat. Namun Onassis bukan
ahli waris kekayaan ayahnya, dan ia menjadi kaya karena kekayaan keluarganya.
Seperti yang akan kita lihat, ia pergi ke Amerika Serikat ketika terjadi
pertikaian keluarga selagi ia berumur 17 tahun. Ia membawa bekal $450 dalam
sakunya, itu pun hanya $250 adalah uang dari keluarganya. Ayahnya dengan enggan
memberikan uang sebanyak itu yang baru diberikan pada saat akan terpisah, sebab
ia tidak setuju dengan kepergiannya. Ayah dan anak memang tidak pernah akrab,
suatu hal yang aneh di antara keluarga Yunani di tanah air. Ayah Onassis yang
dibesarkan pada sebuah pertanian dengan susah payah mengumpulkan kekayaan.
Wataknya
sangat disiplin dan keras. Walaupun selalu sadar akan rasa
tanggung-jawab, ia bukanlah seorang yang dapat disebut hangat dan menarik.
Segera Onassis memberontak terhadap setiap bentuk disiplin. Sejak anak sampai
remaja ia banyak menimbulkan keributan dan geger, duri di mata ayahnya.
Hubungan mereka bertambah rumit lagi karena suatu kenyataan lain. Ibunya,
Penelope, meninggal ketika Onassis baru berumur enam tahun. Hanya 18 bulan
sesudah itu ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita bernama Helen. Onassis
memandang ibu tirinya sebagai orang lain yang menyelundup, dan karenanya wanita
ini tidak mendapat tempat sedikit pun di hatinya. Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh
banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling
sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya
berkata: Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi gara guru dan keluarganya
berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia
akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali
atau sukses secara gilang-gemilang.Walaupun raport Ari di sekolah jauh dari
bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini.
Mungkin anekdot berikut dapat menerangkan. Salah seorang temannya yang telah
merancang sebuah kitiran kecil, sebuah mainan sederhana yang terdiri atas
baling-baling kertas berpasak jarum yang ditancapkan pada sepotong kayu. Bangga
atas prestasinya, anak itu dengan berani membuat beberapa buah dan mencoba
menjualnya.
Sebuah
kisah lain menggambarkan bakat bisnis Onasis pada masa mudanya. Pada suatu
hari, suatu kebakaran terjadi di gudang sekolah di kota tempat kelahirannya.
Onasiss membeli seonggok pinsil bekas kebakaran itu dengan harga murah. Ia
menanamkan sedikit modal dengan membeli dua ala peruncing pinsil. Ia, berdua
dengan temannya, mulai membersihkan bagian-bagian pinsil yang hangus. Kemudian
ia menjual pinsil-pinsil itu kembali kepada teman-teman di sekolah dengan harga
sangat murah, namun tetap memberikan untung cukup besar. Mungkin contoh ini
biasa-biasa saja, tetapi justru pekerjaan seperti inilah kelak bisnis besar
Onassis. Ia memperbaiki kapal-kapal laut yang rusak dan membuatnya layak
melaut, dan menjualnya dengan harga yang jauh lebih tinggi, tentu saja. Di sekolah, waktu berjalan terus, tetapi Onassis tidak
bertambah maju. Tahun 1922 mulai tidak menyenangkan. Banyak teman sekelasnya
pergi untuk menuntut ilmu di universitas-universitas besar di Eropa. Tetapi
Onassis sendiri tidak lulus.
Masa
depan tampak suram baginya. Beberapa hari setelah upacara penyerahan ijazah,
salah seorang temannya melihat Onassis berjalan tanpa tujuan di taman kota. Ia
mencoba menghibur hati Onassis. Pada tahun 1922, invasi Turki menimbulkan
bayangan gelap pada masa remaja Onassis yang penuh gejolak. Smyrnba diduduki
dan warga kota dibabat habis tanpa belas kasih. Ayah Onassis, seorang tokoh
yang terkenal luas, dipenjarakan dan Ari menjadi kepala rumah tangga pada usia
16 tahun. Ini masa yang sulit baginya. Dan pada masa ini ia menerapkan
kehebatannya sebagai diplomat dan kemampuannya
untuk bertahan dalam keadaan apa pun.
Masa yang sulit ini justru merupakan
pengalaman yang tepat untuk membentuk wataknya. Onassis mendarat di Buenos
Aires pada tanggal 21 September 1923. Bawaannya sebuah koper tua dan uang
sebanyak $450. Tetapi di dalam dirinya ia membawa bekal yang lebih berharga:
tekad keras untuk membuktikan kepada ayahnya bahwa ia mampu menjadi kaya tanpa
bantuan ayahnya. Rasa percaya diri ini akan
dibawanya sepanjang hayatnya. Tanpa diploma,
tanpa pekerjaan, uang dan koneksi orang berpengaruh, Onassis terpaksa mulai
dengan melakukan aneka pekerjaan kasar. Ia menjadi kenek tukang batu,
kuli pengangkut bata pada suatu proyek pembangunan, tukang cuci piring di
restoran, dan akhirnya menjadi magang instalator listrik di River Plate United
Telepchone Co. Bagi seseorang dengan ego yang sehat seperti dia, ini bukan
prestasi yang pantas. Akhir tahun 1922 menandai suatu keputusan besar bagi
kehidupan Onassis. Kegagalan pertamanya sebagai pemilik kapal tidak membuat ia
mundur untuk tetap menanamkan uang dalam sektor itu. Ia sudah gandrung akan
perkapalan. Ia tergerak oleh keyakinan batin bahwa kapal sajalah yang akan
membawa dia ke jenjang sukses. Maka, dikumpulkannya semua uang miliknya, yang
waktu itu sudah lumayan, lalu berangkat ke London. Ia baru berusia 26 tahun.
Ia telah dikenal karena reputasinya
sebagai seorang usahawan yang berani, apalagi setelah penunjukannya sebagai
Konsul Jenderal Yunani di Buenos Aires. Namun fungsi diplomatik ini tidaklah
menyita banyak waktunya. Pasar, yang menderita berat akibat jatuhnya pasar
modal Wall Street tahun 1929, memberikan kesempatan baikbagi para penanam
modal. Kapal-kapal menjadi murah, jauh di bawah harga semula. Langkah paling
baik adalah membeli kapal-kapal berusia 10 tahunan. Kapal sebesar sembilan ton
yang semula harganya $1.000.000, kini hanya laku dijual $20.000, kira-kira
seharga sebuah Rolls-Royce. Apa yang dilakukan Onassis selagi masih kanak-kanak
kini akan terulang, tetapi barang bekasnya adalah kapal.
Walaupun kini bisnisnya di London.
Onassis membeli kapal pertamanya, dua buah kapal tua masing-masing seharga
$20.000, di Montreal. Kedua kapal yang bernama 12 Miller dan Spinner, diganti
namanya menjadi Onassis Socrates dan Onassis Penelope, sebagai tanda
penghormatan kepada kedua orang tuanya. Untuk mendapatkan untung dalam bisnis
perkapalan, pentinglah memperhatikan turun naiknya biaya muatan dan membuat
keputusan yang tepat. Onassis mampu dalam hal ini. Lebih dari itu, ia seorang
optimis yang tak pernah mundur. Dengan sifat petualang dan keberaniannya, ia
segera menonjol di antara pemilik-pemilik kapal Yunani lain yang berpangkalan
di London, karena tidak seperti mereka, ia tidak mempunyai pemikiran tentang
krisis ekonomi. Mereka, ia tidak takut menanamkan uangnya. Kegesitan dan
diplomasi bawaannya dengan cepat mengantar dia ke kalangan masyarakat kelas
tinggi. Tidak boleh dilupakan, salah satu pelicin jalan dalam kenaikannya ke
kelas elit adalah hubungan dengan salah satu wanita simpanannya yang pertama,
si cantik dari Norwegia Ingeborg Dedichen, putri seorang pemilik kapal yang
terkenal.Pada penghujung tahun 1947, Onassis melewati ambang lain dalam
kariernya yang gemilang. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia akan mulai secara
sistematis menerapkan prinsip yang dikenal sebagai OPM (Other People’s Money,
Uang Orang Lain UOL), dengan meminjam kepada Metropolitan Life Insurance
Company sebesar $40 juta untuk membangun kapal-kapal baru. Sebagai siasat ia
menggunakan sebuah perusahaan minyak sebagai mitra. Onassis akan mengangkut
minyak mereka dan kontraknya akan tetap berlaku sampai habisnya batas waktu
utang. Karena perusahaan minyak pada waktu itu sangat terandalkan, meminjam
atas nama perusahaan itu sangat mudah. Dalam arti tertentu, badan keuangan
meminjamkan uang kepada perusahaan minyak, bukan kepada Onassis. Onassis sering
mengingat masa itu dengan berbangga diri. Dikatakannya bahwa perusahaan minyak
yang kaya itu dalam hubungan dengan kapal-kapal Onassis adalah ibarat seorang
penyewa dengan rumah yang dihuninya dengan membayar uang sewa. Kalau yang menyewa
adalah Rockefeller, tidak menjadi soal apakah atapnya bocor atau bergenting
emas. Kalau Rockefeller menyanggupi membayar uang sewanya, siapa saja bersedia
memberikan pinjaman untuk mengurusi rumah itu. Keadaan itu berlaku pula untuk
kapal-kapal Onasssis.
Prinsip ini sekarang lumrah sekali.
Prinsip inilah dasar segala investasi pembangunan real-estate. Bila seorang
meminjam uang untuk suatu bangunan bisnis, bank sebenarnya meminjamkan uangnya
kepada penyewa bangunan itu. Merekalah yang akan mengembalikan uangnya,
terkecuali bangunan itu milik seorang penanam modal. Prinsip ini pada zaman
Onassis tergolong revolusioner, dan keorisinal gagasan Onassis patut dipuji
karena sebagian besar pemilik kapal Yunnai pada waktu itu berpegang pada
prinsip: Mau dapat kapal, bayar uang kontan. Walaupun ia seorang inovator
sejauh ia tidak menggunakan metode-metode para pesaingnya, ia bukanlah penemu
OPM, walaupun mungkin ia menyatakan begitu.
Konsep ini lahir dari otak Daniel
Ludwig, seorang usahawan Amerika yang kaya. Dia telah mulai menanamkan uang
dalam kapal armadanya bahkan jauh lebih unggul daripada milik Onassis dan
kemudian beralih ke usaha real estate. Sudah sejak tahun 1930-an Ludwig
mengembangkan apa yang kelak menjadi praktek biasa di mana-mana. Gagasan itu
muncul dalam benaknya setelah sebuah Bank menolak permintaannya untuk meminjam
uang yang akan digunakannya untuk membeli kapal dan merombaknya menjadi kapal
tangki. Onassis meninggal pada tanggal 15 Maret 1975, tapi dalam menjelang
akhir hayatnya ia minta kepada salah satu akuntannya apakah ia dapat mengatakan
besarnya keuntungan yang dimilikinya secara cepat dengan pembulatan ke angka
sepuluh dolar.
D. William Soeryadjaya - Pendiri PT Astra Internasional
William Soeryadjaya adalah
pendiri PT Astra Internasional, seorang pekerja keras, ulet dan pantang
menyerah untuk membangun kerajaan bisnisnya.Bagaimanakah kisah perjalanan
bisnis taipan ulung anak pedagang Majalengka yang bernama Asli Tjia Kian Liong
itu? Bisnis yang dilakoni pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember
1922, itu sesungguhnya diawali dengan penuh pahit dan getir. William telah
menjadi yatim piatu pada usia 12 tahun. Menginjak usia 19 tahun, sekolahnya di
MULO, Cirebon, putus di tengah jalan. Ia kemudian banting setir menjadi
pedagang kertas di Cirebon.
Selain berdagang kertas, William muda juga
berdagang benang tenun di Majalaya. Tak begitu lama, ia beralih menjadi
pedagang hasil bumi, seperti minyak kacang, beras, dan gula. "Dengan
berdagang, saya dapat membantu kehidupan saudara-saudara saya," ujar anak
kedua dari lima bersaudara keluarga pedagang ini, suatu ketika.
Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma cilakanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya. "Saya rugi jutaan DM," ujar William.
Dari perolehan hasil berdagang itu, William muda lalu melanjutkan studinya ke Belanda, dengan masuk ke Middlebare Vakschool V/d Leder & Schoen Industrie Waalwijk, sekolah industri yang mengajarkan penyamakan kulit. Begitu kembali ke Tanah Air tahun 1949, William mendirikan industri penyamakan kulit, yang kepengurusannya dia serahkan kepada seorang kawannya. Tiga tahun kemudian, William mendirikan CV Sanggabuana, bergerak di bidang perdagangan dan ekspor-impor. Cuma cilakanya, dalam menggeluti bisnis ini, ia ditipu rekannya. "Saya rugi jutaan DM," ujar William.
Lima tahun kemudian, atau tepatnya tahun 1957,
bersama Drs Tjia Kian Tie, adiknya, dan Lim Peng Hong, kawannya, William
mendirikan PT Astra Internasional Inc. Bisnis perusahaan barunya ini pada
mulanya hanya bergerak dalam pemasaran minuman ringan merek Prem Club, lalu
ditambah dengan mengekspor hasil bumi. Dalam perkembangan berikutnya, lahan
garapan usaha astra meluas ke sektor otomotif, peralatan berat, peralatan
kantor, perkayuan, dan sebagainya. Astra tumbuh bak "pohon rindang",
seperti yang ditamsilkan William sendiri.
Keberhasilan Astra ketika itu, diakui William,
tidak terlepas berkat ada kebijaksanaan Pemerintah Orde Baru, yang memberi
angin sejuk kepada dunia usaha untuk berkembang. Salah satu contohnya tahun
1968-1969, Astra diperkenankan memasok 800 kendaraan truk merek Chevrolet.
Kebetulan, saat itu pemerintah sedang mengadakan program rehabilitasi
besar-besaran. Saking banyaknya yang membutuhkan, kendaraan truk itu laris bak
pisang goreng. Apalagi, ketika itu terjadi kenaikan kurs dollar, dari Rp 141
menjadi Rp 378
per dollar AS.
per dollar AS.
"Bisa dibayangkan berapa keuntungan
kami," ujar Oom Willem, panggilan akrabnya, kala itu. Sejak itu pula Astra
kerap ditunjuk sebagai rekanan pemerintah dalam menyediakan berbagai sarana
pembangunan.Dalam perjalanan selanjutnya, Astra tak hanya sebatas memasok,
tetapi juga mulai merakit sendiri truk Chevrolet. Lalu, mengageni dan merakit
alat besar, Komatsu, mobil Toyota, dan Daihatsu, sepeda motor Honda, dan mesin
fotokopi Xerox. Yang berikutnya pula, akhirnya lahan usaha yang baru ini
menjadi "mesin uang" dari PT Astra Internasional Inc.
Masih ada satu bisnis Astra yang lain, yaitu
agrobisnis. Astra yang omzetnya pada tahun 1984 mencapai 1,5 miliar dollar AS
masuk ke agrobisnis dengan membuka kawasan pertanian kelapa dan casava seluas
15.000 hektar di Lampung. Namun, bukanya tanpa alasan Astra masuk ke sektor
agrobisnis. "Agrobisnis yang mengusahakan peningkatan produksi pada sektor
pertanian itu merupakan gagasan pemerintah yang patut ditanggapi berbagai
kalangan wirausahawan Indonesia," kata William dalam ceramahnya di
Universitas Katholik Parahyangan tahun 1984.
Pada tahun itu juga Astra membeli Summa
Handelsbank Ag, Deulsdorf, Jerman. Pengelolaan bank yang tak ada kaitannya
dengan bisnis Astra ini diserahkan kepada putra tertuanya, Edward Soeryadjaya,
sarjana ekonomi lulusan Jerman Barat.Di bank ini William mengantongi 60 persen
saham yang dibagi rata dengan Edward. Cuma, sayangnya, Edward kurang
berhati-hati dalam menjalankan roda usaha perbankan itu. Edward terlalu royal
dalam mengumbar kredit. Akibatnya, tahun 1992 bank ini dilanda utang yang
begitu besar dan untuk melunasinya, terpaksa William melepas kepemilikannya di
Astra.
William pasrah. Ia selalu kembalikan kepada Tuhan.
Ia selalu berpegang pada prinsip: Manusia berusaha,
Tuhan menentukan. Yang paling penting baginya ketika itu adalah nasib
para karyawan dan nasabah Bank Summa. Ia teramat sedih membayangkan pegawai
sebanyak itu harus kehilangan mata pencahariannya. Oleh karenanya ia rela
menjual saham-sahamnya di Astra guna memenuhi kewajiban Bank Summa.
Banyak spekulasi yang berkembang ketika Oom Willem
terpaksa menjual sahamnya di Astra. Spekulasi yang banyak diyakini orang adalah
adanya rekayasa pemerintah untuk menjatuhkan Oom
Willem. Namun, Oom Willem sendiri tidak pernah merasa dikorbankan oleh sistem.
Semua itu dianggapnya sebagai konsekuensi bisnis. Ia tidak mau larut
dalam tekanan spekulasi dan keluhan. Melainkan ia pasrah dengan tulus kepada
kehendak Tuhan. Dengan ketulusan itu pula, ia terus melangkah maju ke depan
dengan pengharapan yang hidup. Dan, kini, salah satu kepeduliannya yang
terbesar adalah bagaimana Astra dapat terus berperan sebagai agen pertumbuhan
ekonomi nasional, yang antara lain dapat membuka lapangan kerja lebih luas.
Memang, membuka lapangan kerja,
adalah salah satu impiannya yang tetap membara dari dulu hingga kini. Sebuah
impian dan obsesi yang dilandasi kepeduliannya kepada sesama. "Salah satu hasrat saya
dari dulu adalah membuka lapangan kerja," katanya. Apalagi kondisi
Indonesia saat ini, yang dilanda krisis ekonomi, yang berakibat bertambahnya
pengangguran.
Impian inilah yang mendorong Omm Wilem membeli 10
juta saham PT Mandiri Intifinance. Di sini, ia mengumpulkan dana untuk
diinvestasikan ke dalam pengembangan usaha petani-petani kecil dan small and
medium enterprises (usaha-usaha kecil dan menengah). Agar dapat menciptakan
lapangan-lapangan kerja baru dan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada
akhirnya akan mengangkat bangsa ini dari keterpurukan.Namun, yang patut dipuji
dari sikap William semasa kejayaannya di Astra adalah kepeduliannya terhadap
rekannya, pengusaha kecil. Dalam suatu tulisannya di harian Suara Karya,
"Peranan Pengusaha Besar Dalam Kerja Sama dengan Pengusaha Kecil demi
Suksesnya Pelita IV", mengetengahkan bentuk-bentuk kerja sama antara yang
besar dan yang kecil. Misalnya, menjadikan
perusahaan besar sebagai market dari perusahaan kecil dalam bentuk leadership
dan menjadi perusahaan kecil sebagai bagian dari service network produk
perusahaan besar.
Sikapnya yang lain, yang juga patut ditiru, adalah
kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.
William merelakan tanahnya di Cilandak, Jakarta Selatan, terjual dengan harga
"miring" bagi pembangunan gedung Institut Prasetya Mulya, lembaga
pendidikan yang dimaksudkan mencetak tenaga-tenaga manajer yang andal. Sejumlah
konglomerat juga ikut membidani lembaga. William sendiri kala itu duduk sebagai
Wakil Ketua Dewan Pembina.Sikap religiusnya pun merupakan salah satu contoh
yang baik dalam menjalankan roda usahanya. Penganut Protestan yang teguh ini
percaya betul bahwa keberhasilan yang diperolehnya , selain kerja kerasnya
bersama semua karyawan, juga berkat rahmat dari Tuhan, bukan semata dari
dirinya.
Semangatnya dalam menempuh bisnis
pun patut dijadikan panutan.
Kalau ia terjegal dalam kancah bisnis, itu bukanlah
akhir dari perjalanan bisnisnya, melainkan justru awal dari kebangkitannya.
William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional Inc (sejak tahun 1990, Tbk), meninggal dunia hari Jumat (2/4/2010) pukul 22.43 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. William sebelumnya beberapa kali dirawat karena sakit. Terakhir, ia dirawat tanggal 10 Maret dan sejak hari Kamis (1/4/2010) dirawat di unit rawat intensif (ICU). Jenazah disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hingga Senin (5/4/2010).William yang lahir di Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, adalah pribadi yang rendah hati dan bersahaja. Keberhasilannya membangun Astra Internasional tidak pernah diklaim sebagai keberhasilan dirinya. Ketika ditanya mengenai keberhasilannya, ia mengatakan, ”Keberhasilan Astra berkat kerja keras semua karyawan dan rahmat Tuhan, bukan karena keberhasilan saya pribadi.”
William Soeryadjaya, pendiri PT Astra Internasional Inc (sejak tahun 1990, Tbk), meninggal dunia hari Jumat (2/4/2010) pukul 22.43 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. William sebelumnya beberapa kali dirawat karena sakit. Terakhir, ia dirawat tanggal 10 Maret dan sejak hari Kamis (1/4/2010) dirawat di unit rawat intensif (ICU). Jenazah disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hingga Senin (5/4/2010).William yang lahir di Majalengka, Jawa Barat, 20 Desember 1922, adalah pribadi yang rendah hati dan bersahaja. Keberhasilannya membangun Astra Internasional tidak pernah diklaim sebagai keberhasilan dirinya. Ketika ditanya mengenai keberhasilannya, ia mengatakan, ”Keberhasilan Astra berkat kerja keras semua karyawan dan rahmat Tuhan, bukan karena keberhasilan saya pribadi.”
William juga seorang visioner yang seakan mengerti
ke mana bisnis akan bergerak. Ia juga adalah salah satu pelopor modernisasi
industri otomotif nasional. Ia membangun jaringan bisnis dengan core product di
sektor otomotif. Namun, memang, pertumbuhan bisnisnya tidak pernah lepas dari
campur tangan pemerintah.Keberhasilannya dalam berbisnis menjadikan ia
menduduki banyak jabatan penting di sejumlah perusahaan, terutama yang berbasis
otomotif.William menjadi orang pertama Asia yang menjadi anggota Dewan Penyantun
The Asia Society yang didirikan John D Rockefeller III di New York, AS, tahun
1956. Ia menarik diri dari dunia bisnis tahun 1992 ketika Bank Summa milik
anaknya, Edward, kolaps dan harus dilikuidasi sehingga memaksanya melepas 100
juta lembar saham Astra Internasional guna melunasi kewajibannya. Beliau
meninggal pada usia 78 tahun tepatnya hari Jumat (2/4/2010).
E. Ical Bakrie: Saya Pernah Lebih Miskin dari Pengemis!

Ical
Bakrie
Artikel ini saya dapat dari blog
resminya om Bakrie. Silahkan anda simak baik-baik kisah wirausaha yang sukses ini. Pesen saya, jangan lihat
posisinya atau keadaannya sekarang, tapi lihat apa yang ia katakan.
Lihat pengalamannya dan ambil sisi
positifnya. Semoga kisah nyata pengusaha sukses ini bisa menginspirasi dan
menggugah semangat anda…
Selama ini banyak orang bertanya
kepada saya bagaimana rahasianya menjadi pengusaha yang sukses. Mereka berharap
saya bersedia membagi pengalaman dan kiat-kiat berusaha supaya sukses.Bagi
saya, membagi pengalaman kepada orang lain menyenangkan, apalagi bila
pengalaman saya tersebut bermanfaat.
Senin 5 April lalu, saya diundang oleh
Universitas Islam As Syafiiyah, Jakarta, untuk membagi pengalaman. Dalam acara
bertajuk “Studium Generale Kewirausahaan” itu saya diminta memberikan ceramah
mengenai kewirausahaan dan kiat sukses berbisnis.
Kepada para mahasiswa saya katakan untuk sukses berbisnis kita tidak bisa hanya belajar di
bangku kuliah saja. Bangku kuliah hanya
mengajarkan dasar dan teori. Sisanya kita belajar kepada mereka yang telah
berhasil. Orang itu tidak harus S3 untuk
menjadi pengusaha. Bisa jadi hanya S1 seperti saya, bahkan ada yang tidak
memiliki ijasah.
Apa langkah pertama yang harus
dilakukan untuk memulai usaha dan menggapai kesuksesan? Jawabannya adalah mimpi. Kita harus berani bermimpi menjadi orang yang sukses.
Sejarah juga membuktikan banyak temuan hebat dan orang sukses dimulai dari
sebuah mimpi. Kalau anda bermimpi saja tidak berani, ngapain membuka usaha.
Tentu saja tidak
hanya berhenti sekedar mimpi untuk mencapai sukses. Setelah mimpi anda bangun,
lalu pikirkanlah mimpi anda. Berfikirlah yang besar. Seperti kata miliarder
Amerika Donald Trump; if you think, think big. Pikir yang besar, pikir jadi
presiden, jangan pikir yang kecil-kecil.
Setelah
itu anda buat rencana, buat rincian, dan bentuk sebuah tabel. Terakhir, yang
paling penting, segera jalankan rencana tersebut. Jika anda bertanya perlukah
berdoa? saya katakan berdoa itu perlu (baca : sangat penting). Tapi perencanaan
juga perlu. Doa saja tanpa perencanaan saya rasa tidak akan
berhasil.Dulu waktu masih kuliah, saya biasa membuat perencanaan dan membagi
waktu. Saya bangun sholat Subuh, lalu latihan karate, setelah itu tidur lagi
sampai pukul 10. Baru pukul 11 belajar.
Intinya dengan perencanaan,
masalah akan terselesaikan dengan baik. Sekarang juga begitu, saya bagi waktu
untuk partai dan lainnya. Pukul sekian seminar, pukul sekian jadi pembicara,
pukul sekian… Kadang 10 masalah bisa saya selesaikan sehari.Keluhan paling
sering dilontarkan orang yang tidak berani berusaha adalah tidak mempunyai
modal atau dana. Banyak juga yang berkata saya bisa sukses karena ayah saya
pengusaha. Itu salah besar. Saat memulai usaha saya tidak mempunyai uang.
Saat akan membeli Kaltim Prima Coal
(KPC) saya juga tidak memiliki dana. Caranya saya datangi calon kontraktor dan
tawarkan kerjasama yang menguntungkan dia, tapi saratnya dia pinjami saya dana.
Saya juga mendatangi bank dan berkata demikian. Lalu dari uang yang dipinjamkan
itu, saya membeli KPC dan sekarang menjadi perusahaan besar.
Jangan pernah bicara tidak punya dana.
Uang datang jika ada ide besar atau ada proyek yang visible. Bill Gates juga
tidak mempunyai uang, tapi dia mempunyai ide bagus. Dia tidak lulus kuliah, dia
bukan anak orang kaya, tapi dari garasinya dia bisa membuat Microsoft jadi
perusahaan besar.Maka pikirkan
ide
yang bagus,
lalu anda cari partner yang punya uang. Yakinkan dia dan
berkerjasamalah dengan dia. Jika dalam kerjasama partner anda meminta
keuntungan lebih besar, jangan persoalkan.
Misal semua ide dari anda tapi anda
hanya dapat 10%, itu tidak masalah. Sebab 10% itu masih untung dari pada anda
tidak jadi bekerjasama dan hanya dapat nol %. Jangan lihat kantong orang,
jangan lihat untung orang, lihat kantong kita ada penambahan atau tidak.Setelah
anda menjalani usaha, suatu saat anda pasti akan menghadapi masalah. Hadapi
saja masalah itu, karena masalah adalah bagian dari hidup yang akan terus
datang. Saya sendiri juga pernah menghadapi masalah saat krisis ekonomi 1997-1998.
Saat itu keadaan perekonomian sulit, semua pengusaha dan perusahaan juga sulit.
Saat itu saya jatuh miskin. Bahkan
saya jauh lebih miskin dari pengemis. Ini karena saya memiliki hutang yang
sangat besar. Hutang saya saat itu sekitar USD 1 miliar. Di saat yang sulit ini
biasanya sahabat-sahabat kita, rekan-rekan kita semua lari.Karena itu di saat
yang sulit ini, kita tidak boleh memperlihatkan
kita sedang terpuruk. Jangan perlihatkan kita sedang gelap. Seperti yang
diajarkan ayah saya Achmad Bakrie; jangan biarkan dirimu di tempat yang gelap,
karena di tempat yang gelap bayangan pun akan meninggalkanmu.
Maka saat
susah itu saya tetap tegar dan tidak menunjukkan keterpurukan. Bahkan
saya terpilih jadi ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk yang
kedua kalinya. Kalau saat itu saya tunjukkan keterpurukan, mana mau mereka
memilih saya.Tapi yang penting setelah kita terpuruk, kita harus bangkit kembali. Kalau saat itu saya tidak bangkit, maka tidak
bisa saya seperti saat ini. Saya berprinsip hadapi saja masalah, jangan lari.
Banyak usaha yang saya lakukan, misalnya melepas saham keluarga dari 55% jadi
tinggal 2,5%. Saya juga mencari pinjaman sana-sini.Akhirnya dengan usaha keras
pada tahun 2001 saya bisa bangkit kembali dan hutang saya bisa dilunasi dan
bisnis saya membaik kembali.
Itulah pengalaman saya selama ini.
Saya berharap bisa menjadi ilmu yang berguna. Papatah mengatakan pengalaman adalah guru yang paling baik. Sebagai penutup saya ingin
bercerita mengenai kisah telur Colombus. Suatu saat Colombus menantang
orang-orang untuk membuat telur bisa berdiri.Saat itu tidak ada satupun orang
yang bisa membuat telur berdiri. Kemudian Colombus memberi contoh cara membuat
telur berdiri dengan memecahkan bagian bawahnya. Lalu orang-orang berkata; ah,
kalau begitu caranya saya juga bisa.
Nah, saya ingin menjadi Colombus. Saya
tunjukkan caranya, lalu anda mengatakan; kalau begitu saya juga bisa. Kemudian
anda memulai usaha dan menjadi berhasil dan sukses. Saya senang kalau anda
sukses, karena semakin banyak orang sukses, semakin maju bangsa ini.
F. Mike Lazaridis – Penemu dan Pencipta Blackberry Smartphone
Biografi Mike Lazaridis –
Penemu dan Pencipta Blackberry Smartphone. Mike Lazaridis. Lahir 14
Maret 1961, di Istambul Turki. Sebenarnya, nama lengkapnya adalah Mihalis
Lazaridis. Dia bukan asli Kanada. Orangtuanya berdarah Yunani. Pada usia lima
tahun, ia ikut keluarganya pindah ke Kanada. Mereka menetap di Windsor,
Ontario. Mike sudah menunjukkan bakat, kepintaran
dan ketekunannya sejak usia 12 tahun, di tahun 1979, dia memenangkan
hadiah dari Perpustakaan Umum Windsor karena ia telah membaca semua buku sains
koleksi perpustakaan tersebut. Sejak kecil ia candu membaca.
Mike beruntung karena orangtua dan
lingkungan sekolahnya sangat memungkinkan ia mengembangkan bakat dan minatnya
pada elektronika. Tahun 1979, ia mulai kuliah di University of Waterloo,
Ontario, Kanada. Di sinilah ia mulai merintis RIM (Research In Motion Limited).
Tahun 1984, semasa masih mahasiswa, Mike ikut lomba tender di perusahaan
raksasa otomotif General Motors. Proyeknya adalah merancang sistem display
pengontrol jaringan komputer. Dia menang dan dapat hadiah berupa kontrak kerja
senilai 500 ribu dolar AS.
Mike sangat serius dalam mengembangkan perusahaannya itu.
Sebelum mengembangkan BlackBerry, pada tahun 1999 RIM bekerja sama dengan RAM
Mobile Data dan perusahaan ponsel Ericsson yang lebih dahulu terkenal, mengembangkan
Mobitex. Ini adalah perangkat data bergerak yang dirintis oleh
Ericsson.Hasilnya? Diluncurkanlah Inter@ctive Pager 950. Agustus tahun 2000
produk ini mulai dipasarkan. Ukurannya kira-kira sebesar sabun mandi. Di pasar
ia bersaing dengan SkyTel, produk sejenis – sama-sama pager dua arah – milik
Motorola. Produk ini tak berhasil di pasar.
Mike adalah seorang visioner dan inovator Yang mampu
melihat jauh ke masa depan dan bisa menciptakan sesuatu yang diperlukan oleh
orang untuk hidup nyaman dalam kondisi di masa depan yang sangat membutuhkan
pertukaran informasi dan juga data. Hingga akhirnya Ia berhasil membuat
sebuah gadget pintar yang dapat memenuhi kebutuhan pertukaran informasi dan
data secara realtime baik dengan cara mengirimkan teks, suara, dan bahkan Push
mail. Namun, terjadi kendala ketika produk itu akan diluncurkan, yaitu masalah
Brandmark atau nama pasaran produk. Saat itu RIM memaki jasa Lexico Branding di
California. Sebuah perusahaan konsultan merek terkenal di Amerika namun masih
saja belum menemukan nama yang pas, mudah diingat dan memiliki nilai jual
tinggi. Setelah lama memikir dan melihat bentuk serta logo pada produk tersebut
tercetuslah nama “Blackberry”. “BlackBerry mudah melekat di ingatan, lebih baik
daripada nama-nama seperti ProMail atau MegaMail,” kata Placel (Pimpinan Lexico
Branding California)
Nama Blackberry
diambil setelah melihat logo gambar yang berbentuk butiran-butiran serta warna
produk tersebut yang hitam legam. Dan dengan mengusung nama brand tersebut
BlackBerry kini terjual hampir 100juta unit di 91 negara, bekerja sama dengan
500 operator, dan menguasai 20.8 persen pasar telepon pintar. Hanya kalah
dengan Nokia Syimbian OS.
Aktivitasnya semakin padat dan bakat
usahanya kian terasah setelah mendapat kontrak senilai 500.000 dollar AS dari
General Motors (GM). Tugasnya adalah membangun display kontrol jaringan
komputer di raksasa otomotif itu..
Namun, ada fakta unik pada kisah ini.
Bahwa dibalik kesuksesan RIM sebagai pencetak Blackberry ternyata Mike Lazaridis
adalah seorang Mahasiswa Drop uot. Ia yang sejak kecil maniak mengutak-atik
barang elektronik namun tak selesai kuliah di jurusan Teknik Elektro. Dia
di-drop out, hanya dua bulan menjelang wisuda di University of Waterloo,
Kanada. Ia lebih memilih sibuk mengurusi perusahaan yang ia dirikan sambil
kuliah.
Tentunya tak berlebihan pula
menyandingkan nama Lazaridis dengan pemilik Microsoft, Bill Gates, dan pemilik
jaringan sosial Facebook, Mark Zuckerberg. Sebab, tangan dingin mereka mampu
melahirkan produk barn dalam waktu relatif singkat dan menjadi ikon gaya hidup
manusia.
G. George Soros – Pria Yang Menghancurkan Pound 25 Agustus 2010
George
Soros
Terlahir dengan nama
Lengkap Gyƶrgy Schwartz atau dunia lebih mengenalnya dengan George Soros.
George Soros (Shorosh) dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1930 di Budapest,
Hungaria. Ia juga dikenal sebagai Gyƶrgy Schwartz seorang spekulan keuangan,
investor saham, dermawan dan seorang aktivis politik di Amerika. Ia adalah
seorang kapitalis radikal, pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, penanam modal
saham, dan aktivis politik yang berkebangsaan Amerika Serikat. George Soros
adalah seorang Yahudi dan pernah dipenjarakan sewaktu saat Perang Dunia I.Pria berkebangsaan Yahudi Kelahiran Hungaria ini banyak mengalami pahit getirnya kekejaman Nazi, pendudukan Sovyet dan terlunta-luntanya hidup di London, yang membentuk kepribadiannya seperti sekarang ini. Tahun 1947 meninggalkan Hungaria menuju London. Disini dia mengenyam pendidikan di London School of Economics. Pada saat itulah dia berkenalan secara langsung dengan filsuf Karl Popper, yang menulis buku berjudul ”The Open Society and Its Enemies.” Pada usia mendekati 50 tahun kekayaan George Soros mendekati US $ 100 juta, sepertiganya merupakan kekayaan pribadi. Suatu jumlah yang lebih dari cukup untuk kehidupan keluarga Soros. Dari sini mulai berpikir, apa yang akan dilakukan. Akhirnya diputuskan membentuk Open Society Institute dengan tujuan memajukan masyarakat tertutup; menjadikan masyarakat terbuka lebih mampu bertahan hidup; mempromosikan mode berpikir kritis.
Dengan yayasannya itu Soros membantu negara-negara (bekas) satelit Uni Sovyet di Eropa Timur berdiri serta negara-negara lain di Asia dan Amerika Latin Beberapa berhasil tetapi ada juga yang gagal. Terakhir adalah ketika dia berkampanye untuk menentang pemilihan kembali Presiden George W. Bush tahun 2004. Seperti diakuinya, peranannya yang bagaikan seorang negarawan tanpa negara ini karena pada dirinya terdapat tiga hal. Pertama mempunyai kemampuan dalam hal mengembangkan kerangka konseptual, kedua peletak keyakinan-keyakinan etis dan politis yang teguh dan ketiga karena mempunyai banyak uang.
Selain sebagai pendiri lembaga Soros Fund Management dan Open Society Institute dan juga menjabat sebagai Direktur Utama dari lembaga Council on Foreign Relations, dia juga banyak memberi bantuan pada Partai Solidaritas Buruh di Polandia, Lembaga Kemanusiaan Charter 77 di Cekoslovakia (sekarang Rep. Ceko), dan kontribusi aktif pada suatu partai politik di Uni Soviet yang sangat berpengaruh. Dana dan organisasi dari lembaga Georgia’s Rose Revolution(lembaga ini disebut-sebut sebagai lembaga terbesar dari lembaga yang pernah didirikan) yang didirikannya juga berjalan dengan baik. Di Amerika Serikat ia juga dikenal sebagai penyumbang dana terbesar sejak era Presiden George W. Bush gagal dan terpilih kembali menjadi Presiden AS.
Perusahaan-perusahaannya di Indonesia antara lain, di Asia, George Soros terkenal akan tindakannya yang mengguncang dan menyebabkan krisis ekonomi di Asia, beberapa negara yang paling terkena dampaknya adalah Korea Selatan, Indonesia, dan Thailand, yang menyebabkan mata uang ketiga negara tersebut menjadi rendah bahkan sampai sekarang ini terasa efeknya (dollar Amerika terhadap rupiah Indonesia dulu sekitar 2000-2400, sekarang 9000-9500). Hong Kong, Malaysia, dan Filipina juga terpengaruh tapi tidak sebesar tiga negara sebelumnya. Tiongkok, Taiwan, dan Singapura hampir tidak terpengaruh. Jepang tidak terpengaruh banyak tapi mengalami kesulitan ekonomi jangka panjang. Umumnya di negara-negara seperti Thailand dan Indonesia, Soros dianggap lebih negatif sebagai kriminal ekonomi yang membuat ketidakstabilan ekonomi Asia, karena dengan jumlah simpanan uangnya yang besar mengguncang nilai mata uang Asia.
H. Kisah Sukses Jeff Bezos Sang Raja Bisnis Online
Siapa yang tidak
kenal dengan Jeffry Preston Bezos atau yang lebih dikenal sebagai Jeff Bezos
saat ini? Seorang pengusaha kaya raya yang terkenal berkat usaha Amazon.com
yang dirintisnya. Toko online yang dibuatnya membuat dirinya bertengger di deretan
pengusaha terkaya di dunia. Berkat kerja keras, semangat, kecerdasan, dan
ketekunannya membangun usaha, kini Amazon.com menjadi toko online yang konon
terlengkap yang mendunia.
Kecerdasan
dan ketekunan pria kelahiran Albuquerque, New Mexico, 12 Januari 1964 ini sudah
terlihat sejak ia berusia tiga tahun. Pada usia itu, Jeff meminta tempat
tidur biasa, bukan tempat tidur dalam bentuk boks. Namun karena tidak diberikan
tempat tidur biasa maka Jeff membongkar boksnya dengan obeng. Di sekolah pun,
para guru Jeff mengalami kesulitan untuk menghentikan dari tugas yang
dilakukannya. Untuk memindahkan ke tugas berikutnya, mereka harus memindahkan
Jeff dengan mengangkat bangku yang sedang didudukinya.
Kakek
Jeff, Preston Gise merupakan pengelola wilayah barat dari Komisi Energi Atom
dimana ia bertanggung jawab untuk laboratorium di Sandia, Lawrence Livermore,
dan Los Almos. Pada saat Jeff berusia sepuluh tahun, Jeff bersama kakeknya
menghabiskan musim panas di barat daya Texas. Preston melihat cucunya merupakan
seorang ilmuwan muda seperti dirinya dulu. Lantas, dia membantu cucunya membuat
radio amatir Heatkit dan membantu Jeff dalam mengoleksi berbagai macam benda
yang—kadang—sering merusak garasi rumah orangtua Bezos. Sebab, di garasi
itulah, Jeff mempunyai laboratoriumnya sendiri untuk berbagai eksperimen
ilmiah.
Pada
saat SMU, Jeff memenangkan suatu perlombaan yang disponsori oleh NASA dengan
menulis makalah mengenai dampak ketiadaan gravitasi pada usia rata-rata lalat.
Kemudian pada musim panas tahun 1981, Jeff bekerja sebagai juru masak
McDonald’s di Miami. Di sinilah dia mulai mengenal pentingnya melayani
pelanggan.
Setelah
lulus SMU, Jeff kuliah di Universitas Princeton. Ia mengambil jurusan fisika
namun kemudian ia pindah fakultas untuk mendalami komputer sehingga ia lulus
dengan gelar di bidang ilmu komputer dan teknik listrik. Setelah lulus kuliah,
Jeff bekerja di Wall Street. Ia membangun sebuah jaringan komputer di sebuah
gedung perusahaan Fitel. Kemudian Jeff pun bekerja sebagai di D.E. Shaw & Co
sebagai wakil presiden direktur, padahal kala itu usianya baru menginjak 28
tahun. Bosnya kala itu, David Shaw, meminta Jeff untuk meneliti tidak hanya
bisnis baru, tetapi juga peluang bisnis internet baru.
Jeff
pun memikirkan hal yang dapat dijual di internet. Dia membuat daftar 20 barang
terlaris yang dijual lewat surat. Ia pun mempelajari daftar tersebut dan
ternyata buku berada di peringkat teratas. Menurutnya bisnis buku adalah bisnis
raksasa, namun tidak ada yang mendominasinya. Ia menyadari tidak ada bank data
pesanan melalui surat yang dapat memuat semua judul buku yang tersedia dalam
satu tahun. Menurutnya, bank data yang terkomputerisasi dapat
mengorganisasikannya dan dapat menjadi toko buku online yang bisa diakses
melalui internet. Namun saat Jeff memberitahukan, bosnya Shaw tidak tertarik.
Jeff
pun mendiskusikan hal ini dengan rekannya, MacKenzie. Mereka pun lantas ingin
mencobanya sendiri. Jeff pun memikirkan nama yang cocok untuk usahanya. Ia
mulai mencari dengan nama depan “A”. Akhirnya dia menemukan nama yang cocok
yaitu Amazon.com. Menurutnya Amazon adalah sungai terbesar, yang melambangkan
koleksi terbesar di dunia. Pada bulan November 1994, Jeff dan beberapa
rekannya, MacKenzie, Shel, dan Paul mulai bekerja di garasi sempit yang digunakannya
sebagai kantor.
Pada
saat itu ia mengalami dua masalah. Masalah yang pertama adalah uang. Amazon.com
harus mampu membayar orang-orang yang membuat usahanya berjalan. Maka, Jeff
membentuk perusahaan dan ia menyandang jabatan sebagai pendiri, CEO, dewan
direksi, dan presiden direktur. Yang kedua adalah perangkat lunak. Satu-satunya
perangkat lunak yang tersedia adalah untuk mengelola inventaris dan memproses
untuk pesanan disain untuk bisnis pesanan via surat biasa. Namun berkat
kegigihan mereka, semua itu bisa diatasi.
Amazon.com
mengalami sukses yang sangat cepat karena usaha mereka sangat memudahkan bagi
pengguna untuk mencari buku yang diinginkan. Selain itu, Amazon.com menjual
produk mereka dengan harga yang lebih murah daripada toko. Kesuksesan mereka
berlanjut hingga kini, dimana mereka kini juga menjual aneka barang selain
buku.
Berkat
kerja keras, semangat, kecerdasan, dan ketekunan, Jeff Bezos berhasil membangun
toko online Amazon.com menjadi mendunia. Tentu saja hasil yang dipetiknya
sekarang bukanlah hal yang mudah. Jeff dapat melihat peluang untuk membuka
bisnis baru. Kepiawaiannya tersebut membawanya menjadi pengusaha sukses. Sebuah
pengalaman hidup yang dapat diteladani dari seorang Jeff Bezos.
I. Kisah Sukses Ciputra Maestro Real Estate Indonesia

Ir.
Ciputra
Ciputra. Dialah
pelopor bisnis properti modern di Indonesia dan pendiri sekaligus ketua umum
pertama REI (perhimpunan perusahaan real estate Indonsia), sehingga dijuluki
Bapak Real estate Indonesia. Ciputra juga orang Indonesia pertama yang
dipercaya menjadi World President FIaBCI, organisasi pengusaha realestast
internasional. Bagi para konsumen properti, nama Ciputra telah menjadi brand
yang menjanjikan kualitas produk sekaligus prospek investasi yang
menguntungkan. Di kalangan pelaku bisnis properti, Ciputra identik dengan
raksasa bisnis yang sering menjadi rujukan sekaligus pesaing.Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ia kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam. Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnit bagi pertumbuhan wilayah di sekitarnya. Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Ke Jakarta…Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu. Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara, Ciputra adalah berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno. Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jay. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra. Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan: Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi. Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang. Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra). Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun: 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya. PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka – antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya – yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD – Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf. Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya. Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar. Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21. Sejak beberapa tahun lalu, Ciputra menyatakan Kelima grup usahanya – terutama untuk proyek-proyek propertinya – ke dalam sebuah aliansi pemasaran. Aliansi itu semula diberi nama Sang Pelopor, tapi kini telah diubah menjadi si Pengembang. “Nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri,” ujar Ciputra tentang perubahan nama itu.
J. Kiat Tumblr Atasi Krisis
Ketika
David Karp dan Marco Arment menciptakan platform microblogging bernama Tumblr pada 2007, remaja 19 tahun
itu tidak memperkirakan proyeknya bisa sukses besar. Dalam web mereka,
sampai 1 Mei 2011 ini, total ada 5 miliar post dan
lebih dari 17,5 juta total blog. Sedangkan menurut analis web Quantcast,
saat ini Tumblr dilihat 7 juta kali setiap bulannya. Bahkan pada Agustus 2009,
David Karp mendapat penghargaan Best Young Tech Enterpreneur 2009 dari
BusinessWeek.
Kurangnya
persiapan menghadapi peminat sebanyak itu membuat situs mereka down dan tidak
bisa diakses selama 47 jam pada 5 Desember 2010. Tentu saja ini
mengakibatkan kerugian bagi kredibilitas Tumblr. “Kejadian itu merupakan
kesalahan fatal. Server yang salah di tempat yang salah tiba-tiba gagal dan
mengakibatkan semua server ikut mati. Kami hanya bisa memperbaiki akses di
beberapa negara 16 jam kemudian, sedangkan akses di Amerika Serikat perlu
pemulihan bertahap.” Kata David Karp.
Meskipun
akhirnya ketika semua akses pulih trafik mereka meningkat tajam, David Karp
merasa kesalahan tersebut tidak boleh terulang lagi. David merasa tiga hal yang
bisa dilakukan untuk mencegah kesalahan semacam itu bisa terjadi baik di
perusahaannya maupun perusahaan lain.
Pertama
jangan membiarkan sikap yang menimbulkan kontradiktif pada kemajuan perusahaan.
David mengaku sikap keras kepalanya menghambat perusahaan. Seiring dengan
pertumbuhan pengguna Tumblr, para investor menanyakan kemampuan tim Tumblr dalam
menangani hal tersebut. Tim Tumblr hanya terdiri dari dua orang dinilai tidak
bisa bekerja maksimal karena beban yang terlalu banyak. David bersikeras
dirinya dan Marco bisa mengatasinya sampai akhirnya kejadian 5 Desember
tersebut.
Kedua
bertanggung jawab dan bertindak cepat. Begitu jaringan down, Tumblr segera tweet
perkembangan proses pemulihan jaringan. David Karp juga meminta maaf lewat
tweet yang dihubungkan dengan blog resmi Tumblr dan menjamin bahwa semua data
mereka akan tetap aman. Namun nampaknya David terlalu bersemangat sehingga ia
menceritakan detail teknis kerusakan yang terjadi. Para pengguna justru dibuat
bingung dan bagi sebagian pengguna yang mengerti David justru membuka ‘aib’
Tumblr. Setelah kejadian tersebut, David mempekerjakan enam teknisi sekaligus.
Terakhir,
David menekankan komunikasi antara tim dan para investor. Saat kejadian
tersebut terjadi, David dan timnya berdiskusi langkah strategi apa yang harus
dilakukan. “Misalnya, kami memilih untuk memulihkan blog dahulu daripada dashboard.”
Ujar David lagi. Sebelum bertemu dengan para investor mereka, David
berkonsultasi dengan tim di perusahaan lain yang pernah mengalami hal yang
sama.
Sekarang
Tumblr telah mempekerjakan 33 pegawai, dan hampir setengahnya baru dipekerjakan
enam bulan lalu. “Kami terus menerus menambah server dan mencoba mengikuti
pertumbuhan pengguna yang sangat cepat. Sekarang kami bisa mengoperasikan
segala sesuatu lebih cepat daripada beberapa tahun yang lalu.” Tutup David
Karp.
K. Sukses Steve Jobs, Pendiri Apple
Cerita sukses tak selalu
bermula dari ide besar. Banyak sukses yang justru lahir dari gagasan sepele.
Ada juga yang menangguk untung besar lantaran kelihaiannya mengadopsi dan
meniru temuan orang lain. Tetapi tak sedikit juga yang meraih sukses karena
keberaniannya menanggung risiko dan kreativitasnya dalam melakukan inovasi
terhadap sesuatu yang sudah ada.Dalam bukunya, Emily Ross & Angus Holland mengisahkan hal ini cukup menarik. Ia juga memilah-milah kisah sukses atas dasar sejarah dan kecenderungannya, sehingga mempermudah pembaca untuk memahami. Sebagai contoh adalah kisah-kisah sukses yang diraih karena kekuatan adaptasi modelnya. Ross & Holland menyebutkan Starbucks yang berevolusi dari hanya sebuah toko penjual biji kopi, dan Coca Cola yang berjaya setelah dikemas dalam botol.
Keberanian mengambil risiko oleh para kreator dan inovator juga menjadi kisah tersendiri. Keberhasilan Apple menjadi salah satu contoh besarnya. Sang penemu, Steve Wozniak, sempat ditolak ketika mengajukannya ke Hewlett-Packard (HP). Ia kemudian menyodorkannya kepada Steve Jobs yang kemudian menjadi mitranya. Dengan modal uang dari hasil menjual mobil VW milik Wozniak dan kalkulator HP milik Jobs, mereka membiayai desain pertama Apple saat Jobs berusia 21 tahun dan Wozniak lima tahun lebih tua. Siapa sangka kalau kini Apple menjelma menjadi sebuah usaha besar di dunia.
Sementara itu banyak juga sukses besar yang bermula dari gagasan sepele. Liquid Paper adalah salah satu contohnya. Produk ini bermula dari kebingungan sang penemunya, Bette Graham. Saat itu, seorang ibu yang bekerja sebagai sekretaris ini kerap stres lantaran pekerjaannya dalam mengetik. Bayangkan, bagaimana pusingnya dia ketika harus membuat hasil ketikannya rapi dan bersih, sementara ketikannya kerap salah.
Suatu ketika tanpa sengaja dia melihat seorang tukang cat tengah mengecat. Tukang cat itu ternyata tak sengaja menodai hasil kerjanya. Untuk membersihkannya, pengecat itu kemudian menimpa noda itu dengan cat putih.
Dari situ, Graham terpikir untuk melakukan hal serupa. Dia mencoba menggunakan cat tempera putih berbahan dasar air dan kuas tipis untuk menutup kesalahan ketiknya. Ternyata berhasil. Pada tahun 1957 ketika teman-temannya mengetahui hal ini, Graham mulai mengomersialkan, hingga mampu menjual sekitar 100 botol per bulan. Hebatnya, 15 tahun kemudian, perusahaan yang didirikan berhasil menjual sedikitnya lima juta botol per tahun.
Yang tak kalah menarik adalah sukses besar yang terjadi karena kecerdikannya dalam mengadopsi ide orang lain. Contohnya Dietrich Mateschitz yang mengubah tonik menyehatkan asal Thailand, si kerbau air merah alias Krating Daeng, menjadi manis dan berbuih yang cocok untuk orang-orang Austria. Ia lantas mengemasnya lebih menarik dalam kaleng ramping, dan memberinya merek Red Bull. Dengan klaim sebagai ‘minuman cerdas’ yang mampu meningkatkan kinerja seseorang, Red Bull menangguk sukses besar. Pada tahun 2006, penjualannya mencapai 3,5 miliar dolar AS, dan kini diperkirakan jauh melebihi angka itu.
Sukses juga bisa terjadi pada seseorang yang memiliki kemampuan berinovasi dan melakukan eksekusi lebih baik terhadap ide yang sudah ada. Michael Dell adalah salah satu contohnya. Ia berhasil menembus industri yang memuja inovasi tanpa membuat inovasi dengan tangannya sendiri. Dia mulai membangun komputer rakitan di kamar kosnya dan menjualnya dengan harga relatif murah melalui pos. Kini, siapa tak kenal komputer Dell?
Langkah sama terjadi pada Sergey Brin dan Larry Page. Ia melakukan inovasi yang serupa, sehingga Google-nya kini sukses menyaingi mesin pencari yang lebih dulu ada, seperti Yahoo!, Alta Vista, dan Lycos.
Dalam buku ini juga diungkapkan tentang para penemu yang kurang beruntung. Sebaliknya keuntungan justru dinikmati orang lain. Salah satu contoh adalah Coco Chanel. Ketika parfum pada umumnya dibuat dengan satu jenis bunga, Coco menemukan ramuan parfum yang luar biasa: hasil perpaduan beberapa jenis bunga yang kemudian menghasilkan Chanel No. 5. Tapi sayang, akibat kesulitan modal, Coco haus berkongsi dengan keluarga Pierre Wertheimer, yang mempunyai infrastruktur untuk memproduksi parfum berskala besar. Hasilnya? Keluarga Wertheimer yang justru menikmati kekayaan, bahkan hingga cucunya yang sekarang.
Seratus jurus sukses bisa menjadi inspirasi bagi pembaca, bahwa sukses besar bisa terjadi pada siapa saja dan dengan cara apa saja. Yang penting adalah ketekunan dan keberanian dalam menghadapi risiko.
Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?
Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar – selain visinya ke depan – yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.
Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.
Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah “John” Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett – presiden Hewlett Packard – untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.
IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal – meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.
Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.
Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.
Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. “Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini,” sebut Steve.
Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.
Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan “diusir” dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.
L. Yoshida Goro – Pendiri Perusahaan Canon
Yoshida
Goro
Yoshida
lahir di Hiroshima. Dia datang ke Tokyo sebelum
menyelesaikan pendidikan sekolah menengah dan magang di sebuah perusahaan
memperbaiki dan renovasi film kamera dan proyektor. Selama paruh kedua tahun
1920-an, ketika Yoshida berada di akhir 20-an, ia sering bepergian ke Shanghai,
Cina untuk mendapatkan bagian yang diperlukan untuk pekerjaan. Shanghai, The
“Leica Model II,” diperkenalkan pada tahun 1932 diikuti olehdebut dari “Contax
Model I” pada tahun 1933. Kamera ini menjadi kebanggaan Jerman, kamera kerajaan
dunia, dianggap kelas kamera super memuaskan kebutuhan para penggemar kamera di
seluruh dunia, dan menerima dukungan antusias.
Untuk
membuat kamera kelas tinggi 35mm Yoshida mencoba membongkar kamera Leica untuk
melihat bagian-bagian yang ada didalamnya namun dia terkejut ternyata didalam
kamera Leica tidak ada item khusus seperti berlian di dalam kamera. Justru yang
ada didalamnya adalah bagian-bagian yang terbuat dari kuningan, alumunium, besi
dan karet. Dia marah ketika mengetahui bahan murah disatukan ke dalam kamera
tersebut dan dijual dengan harga yang terlalu tinggi.
Akhirnya
beserta adik iparnya Uchida Saburo dan didanai oleh teman dekat Uchida, tujuan
awal mereka adalah melakukan riset mengenai kualitas kamera agar bisa membuat
kamera yang berkualitas, lalu pada tahun 1934 tepatnya bulan juni mereka
mengeluarkan kamera pertama yang diberi nama Kwanon.
Yoshida
sempat membuat prototipe kamera 35 mm range finder yang diberi nama ”KWANON”,
diambil dari nama dewa dalam agama Budha. Bahkan ia memberi nama lensanya
dengan nama KASYAPA, diambil dari nama murid Budha, Mahakasyapa.
Ada
tiga tipe kamera Kwanon di dalam iklannya, tetapi tak satupun yang dijumpai di
pasar. Ternyata ketiga tipe Kwanon itu hanyalah model kamera saja. Ada kamera
Kwanon Model D yang ditemukan tahun 1955, tetapi itupun meniru Kamera Leica
Model II dan bukan dibuat oleh Yoshida, tidak diketahui siapa pembuatnya.
Dalam
usahanya untuk komersialisasi produk Kwanon oleh Saburo Uchida, Precision
Optical Instruments Laboratory, bekerja sama dengan Nippon Kogaku Kogyo
(Industri Lensa Jepang untuk Perusahaan Nikon) untuk menggunakan lensa Nikkor
yang akan digunakan oleh Kwanon.
Precision
Optical Instruments Laboratory dan Nippon Kogaku membuat perjanjian kerjasama
untuk membuat “Hansa Canon” (menggunakan lensa standar Nikkor 50mm f/3.5).
Kamera pertama Canon dipasarkan bulan Februari l936 (beberapa sumber mengatakan
sudah ada di pasar bulan Oktober l935). Dalam pembuatan Hansa Canon, Nippon
Kogaku bertanggung jawab membuat lensa, mount lensa, optical system dari
viewfinder dan mekanis rangefinder, sementara itu Precision Optical Instruments
Laboratory bertanggung jawab membuat body kamera termasuk focal-plane-shutter,
rangefinder cover dan merakitnya.
Nama
Kwanon kemudian diganti dengan Canon, yang diambil dari kata Canon yang berarti
standar untuk judgement skrip Alkitab.
Ketika
“Hansa Canon” dirilis, nama Precision Optical Instruments Laboratory tidak
dicantumkan. Karena perusahaan tidak memiliki sendiri jaringan pemasaran, maka
kemudian perusahaan bekerjasama dengan Omiya Shashin Yohin Co., Ltd. (Kamera
Omiya dan toko asesoris). “Hansa” menjadi merk dagang Omiya, diambil dari kata
Perjanjian Hansa, perjanjian di antara Uni Eropa di abad pertengahan.
Bulan
Juni l936, Precision Optical Instruments Laboratory pindah ke daerah Meguro,
dan berganti nama menjadi Japan Precision Optical Instruments Laboratory. Nama
ini muncul di media public dalam iklan “Hansa Canon” bulan Agustus l936 yang
diterbitkan oleh Asahi Camera.
Dalam
perkembangannya, pertengahan tahun 1937 Canon memproduksi sendiri lensa dengan
nama SERENAR. Kemudian tahun 1942, Takeshi Mitarai teman dari Saburo Uchida,
menjadi president Precision Optical Instruments Laboratory. Tanggal 15
September 1947, Mitarai mengganti nama perusahaan menjadi Canon Camera Co.,
Ltd. Kamera dan lensa yang dibuat sejak 1953, diberi nama Canon.
Hal
yang menarik dari sejarah berdirinya Canon, bahwa :
Mahalnya
kamera Leica ditanggapi seorang Goro Yoshida dengan “kemarahan” yang positif
kreatif. Ia berhasil membuat prototype kamera Kwanon. Tetapi terbukti, ia hanya
mampu membuat prototype kamera, tetapi tidak mampu “menjual”. Disinilah peran
pentingnya marketing.
Apa
yang didapat oleh Yoshida? Mungkin saja hanya sebuah kebanggaan atas prototype
kamera Kwanon-nya. Sedangkan orang lain yang bisa menikmati gagasan Yoshida
adalah orang yang berhasil mengembangkan gagasan itu menjadi sebuah bisnis.
Jadi
kalau dalam dunia bisnis, bisa jadi seorang penggagas belum tentu bisa
menikmati gagasannya itu menjadi sebuah “keuntungan” bagi dirinya. Bisa saja
gagasan itu “dicuri” atau dikembangkan oleh orang lain. Justru orang lain yang
bisa melihat “peluang” itulah yang bisa menikmatinya menjadi sebuah
“keuntungan”.
Nampaknya,
penting mempunyai “team work” yang baik dalam sebuah bisnis. Seorang penggagas,
bisa mendelegasikan ke anggota team yang lain yang bisa mengeksekusi gagasannya
itu, dan bisa meminta anggota team yang lain untuk memasarkannya.
Memang
tidak mudah membangun teamwork yang solid. Kadang-kadang gagasan yang begitu
baik, tidak diterima oleh anggota team yang lain.
Dalam
beberapa even wedding photography, kadangkala salah satu anggota team “lupa”
akan peran yang telah disepakati dalam pengarahan. Atau bahkan ada orang lain,
di luar team yang mengacau, melakukan intervensi terhadap kerja team. Yang
cukup membuat pusing adalah, ”keinginan” untuk mengambil ”keuntungan” instant
dari pekerjaan yang sedang ditangani, tetapi cenderung tidak memberikan
komitmen yang baik untuk menghasilkan apa yang terbaik dari dirinya, akibatnya
sangat merugikan team, terutama dalam rangka membangun reputasi.
Pernah
saya temui, salah satu orang marketing perusahaan catering yang mau memberi job
kepada kami secara rutin untuk wedding photography tanpa sepengetahuan owner
perusahan catering, dengan syarat % rupiah tertentu harus dibayarkan kepada
”oknum” tersebut, secara sembunyi-sembunyi.
Wah
ini godaan yang berbahaya. Walaupun dengan pendekatan yang baik, sikap kami
tegas, kami menolak untuk bekerja sama dengan orang semacam itu. Alhamdulillah,
saat kita ”kehilangan job order” dari orang semacam tadi, ternyata tanpa
diduga, kita malah mendapatkan klien yang nilai job-nya jauh lebih besar,
langsung dari klien, sehingga bebas dari ”pungutan” oknum yang tidak
bertanggung jawab.
Celakanya,
oknum semacam tadi justru ”menindas” kami dengan meminta harga yang murah,
padahal kami tidak mau memberikan jasa yang murah, karena memang output yang
kita hasilkan pun memakan biaya yang tidak murah. Kami memberikan jasa
photography yang terjangkau dengan hasil yang memuaskan klien. Tujuan kami yang
utama adalah kepuasan klien.
M.Kisah
Sukses Matt Mullenweg Pendiri WordPress
Pada usia yang masih
muda, 24 tahun, Matthew Charles Mullenweg atau dikenal dengan Matt Mullenweg,
telah menjadi jutawan.
Dia adalah pendiri WordPress, situs
bagi para blogger. Dengan mengandalkan WordPress, Mullenweg sudah meraih
pundi-pundi kekayaan senilai USD40 juta. Matt mengembangkan WordPress sebagai
aplikasi blog yang terbuka (open source), sehingga peranti lunak dan kodenya
terbuka bagi publik.Kenapa WordPress harus open source?
“Jika
melakukan sesuatu demi uang, kamu akan menemui banyak kesulitan untuk menjual.
Namun lakukan apa yang kamu sukai, maka uang akan mengikuti kamu,” ujarnya.
Dia
menginginkan, WordPress menjadi bernilai bagi komunitasnya. Komunitas yang
terdiri atas beragam kepentingan dan pandangan, bahkan perbedaan. “Tapi pada
suatu hari, semuanya dipenuhi dengan cinta,” ujarnya.
Melalui
semangat demokrasi ini, dia berharap WordPress bisa memberi inspirasi. Melalui
blog, menurut dia, semua orang berhak mengungkapkan apa saja yang ada dalam
pikirannya.
Namun,
ekspresi melalui blog masih menghadapi tantangan dan rintangan di beberapa
negara. Seperti di Turki yang memblokir WordPress atas perintah pengadilan.
“Kita juga menghadapi permasalahan rumit di China,” ujarnya kepada Sydney
Morning Herald. Mullenweg juga berusaha menangkal WordPress dari pemanfaatan
untuk kepentingan terorisme.
Dia
telah menghapus sekitar 200 blog yang tergabung dengan WordPress karena
berkaitan dengan kejahatan dan terorisme. Dia ingin mencitrakan bahwa situs
yang dikelolanya benar-benar bersih dari tindakan kejahatan. Berbagai fasilitas
tambahan terus dibuat untuk menyempurnakan WordPress.
Pengembangan
demi pengembangan membuat WordPress makin disukai pengguna. Totalitas membuat
WordPress makin lengkap, dari fasilitas untuk add-on, pembuatan statistik,
hingga anti-spam. Berkat WordPress, Mullenweg dinobatkan sebagai 50 orang
paling penting di dunia jejaring (web) oleh PC World pada tahun lalu.
Selanjutnya
pada 2005, dia mendirikan Automatti dan Akismet yang menjadi anak perusahaan
WordPress. Dia juga dinobatkan sebagai salah satu dari 25 pengusaha paling
berpengaruh dalam industri teknologi informasi versi majalah Businessweek pada
tahun ini. Sebenarnya, pemuda yang lahir pada 11 Januari 1984 di Houston, Texas
ini meluncurkan WordPress pada usia 21 tahun.
Namun,
cerita baru dimulai Juni 2002, ketika Mullenweg mulai menggunakan perangkat
lunak blog, b2/ cafelog. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui
blognya bahwa dia akan mengembangkan b2 sehingga sesuai dengan standar jejaring
saat itu. Bersama Mike Little, dia mulai mengembangkan WordPress berbasis b2.
Kemudian,
mereka juga bergabung dengan pengembang asli b2, yaitu Michel Valdrighi. Itulah
cikal bakal berdirinya WordPress. Pengembangan demi pengembangan membuat
WordPress sebagai perangkat lunak blog paling hebat. Pada April 2004, WordPress
mengumumkan fasilitas Ping-O-Matic yang berfungsi untuk mengirim notifikasi
kepada search engine blog seperti technorati.com.
WordPress
sangat diminati pengguna internet. Beberapa situs terkenal seperti The New York
Times, The Wall Street Journal, CNN, dan Friendster menggunakan WordPress dalam
situs mereka. Hingga saat ini, tidak kurang dari 700.000 blogger menggunakan
wordpress. com.Menurut Businessweek, situs WordPress dikunjungi lebih dari 103
juta pengunjung di seluruh dunia pada tahun lalu.
Selain
WordPress, Mullenweg juga mendirikan Global Multimedia Protocol Group (GMPG),
format yang lebih kompleks dari HTML. Pada April 2004, Matt Mullenweg drop out
kuliah dan pindah dari Houston ke San Fransisco untuk bekerja pada CNET selama
setahun. Di sana, Mullenweg berhasil meluncurkan Automatic dan Askimet, sebuah
peranti lunak untuk mengeblok spam.
“Uang
dan gaji bukanlah motivasi utama kita.Namun, fokus pada yang disukai adalah
motivasi Anda,” ujarnya. Mullenweg mengaku, ada beragam alasan di balik
pengembangan WordPress. Pertama, dia ingin membuat situs blog yang memudahkan
para pengguna membuat situs online. Dia ingin semua orang dapat membuat blog.
Kemudahan itu yang pada akhirnya membuat WordPress cenderung populer
dibandingkan lainnya.
Kedua,
dia ingin memenuhi keinginan pengguna, termasuk pemenuhan open source yang
terus berkembang. Mullenweg mengaku sangat menyukai semua pekerjaan yang
menyangkut WordPress. “Apalagi, pekerjaan saya seperti memberikan hadiah pada
dunia ini, gratis untuk semua orang, semua orang dapat menggunakan hasil kerja
saya,” ujarnya pada bloginterviewer.
Mullenweg
mengaku, kesuksesan yang didapat WordPress adalah buah kerja sama dengan banyak
orang. “Saya bekerja dengan orang-orang yang luar biasa dan membantu
mendemonstrasikan kegiatan publishing di website. Inilah yang membuat WordPress
berkembang pesat,” ujar pria yang kini tinggal di San Francisco, Amerika
Serikat tersebut. Mullenweg menuturkan, meski berhubungan dengan banyak bahasa
teknis komputer saat membuat WordPress, dia pada awalnya justru tidak
mengetahui secara mendalam masalah-masalah tersebut.
Dia
bahkan mengaku, harus belajar banyak untuk mengetahui bahasa pemrograman
komputer. Menurut Mullenweg, justru bukan semata bahasa komputer yang
diperlukan untuk mengembangkan sebuah program,melainkan sentuhan komunikasinya
yang perlu diperhatikan.”Code (bahasa teknis komputer) bukan hal terpenting
dalam sebuah perangkat lunak. Justru soal desain, warna, pencitraan merek,dan
kegunaanlah yang perlu diperhatikan,” ujarnya.
BAB II
PENUTUP
a) Kesimpulan
Kesimpulan
dari semua Artikel di atas adalah bahwa kita ingin menjadi seorang Wirausaha
yang Sukses tidaklah mudah, penuh perjuangan halangan dan juga rintangan, mulai
dari yang harus keluar dari rumah orang tunya, ditipu oleh pegawainya, harus
keluar dari kuliahnya (DO=Droup Out), hingga ada yang harus berhutang puluhan
bahkan jutaan dolar AS.
Namun
terlepas dari itu semua ada hal unik serta persamaan diantara mereka semua para
Wirausahawan dan orang-orang Sukses antara lain, mereka ulet, Tekun, Pekerja
Keras, dan Penuh Semangat, serta mampu menerima masukan dan juga kritikan dari
orang lain untuk bias belajar menjadi yang lebih baik dan menjadi orang yang
sukses.
b) Saran
Bagi
para pembaca sekalian Khususnya bagi kalian yang ingin menjadi pengusaha Sekses
tidak ada salahnya kalian mengambil hikmah dari kisah-kisah di atas jadikanlah
kegagalan mereka sebagai cambuk untuk keberhasilan kalian.
Salam sukses untuk kalian semua.
c) Amanat
“Sukses
bukanlah hal instant yang datang dengan sendirinya, bukan pula keberuntungan
yang mampir pada diri kita, tetapi Sukses adalah Sebuah Usaha yang kita lakukan
untuk merubah hidup kita, Sukses adalah pelajaran dari kegagalan yang membuata
kita termotivasi untuk lebih giat dan semangat lagi dalam memjalakan usaha
kita, Sukses adalah mau belajar dari orang lain dan tidak malu untuk bertanya
jikalau itu memang dirasa penting, dan Sukses merupakan cambukan bagi kita
untuk merangkap memperbarui hidup menjadi lebih baik lagi”.
Salam
Sukses Buat kalian yang membaca Makalah ini.
d) Sumber


Tidak ada komentar:
Posting Komentar